Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Peppermint dan Daun Kemangi sebagai Agen Ansiolitik dengan Efek Sensasi Dingin Fisiologis
Nama Anggota
: Nayla Isna Firdauzia
Kelas
: XII.5
NIS
: 12696
Nama Ketua
: Putri Amelina Zahratusita
Kelas
: XII.5
NIS
: 12700
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Anisa Sholihah, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
16-04-2026
Abstrak
:
Kesehatan mental, khususnya manajemen stres dan kecemasan, menjadi perhatian
penting dalam kualitas hidup masyarakat modern. Penggunaan pewangi ruangan
sintetis sering kali menimbulkan efek samping kesehatan, sehingga diperlukan
alternatif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas lilin aromaterapi berbahan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum)
dan peppermint (Mentha piperita) sebagai agen ansiolitik (penurun kecemasan)
serta kemampuannya dalam memberikan sensasi dingin fisiologis. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan desain
one group pretest-posttest. Ekstrak kedua bahan diperoleh melalui proses maserasi
dengan pelarut etanol 70%. Uji efektivitas dilakukan terhadap tiga variasi formulasi
(P1, P2, P3) dengan mengukur tingkat kecemasan dan sensasi termal responden
menggunakan kuesioner Visual Analog Scale (VAS). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa seluruh formulasi lilin aromaterapi berdampak pada penurunan tingkat
kecemasan serta mampu memberikan efek sejuk dan menyegarkan pada responden.
Formulasi P2, yang memiliki komposisi seimbang antara ekstrak kemangi (6,5 ml)
dan ekstrak peppermint (6,5 ml), terbukti memberikan hasil paling optimal baik
sebagai agen ansiolitik maupun dalam memberikan sensasi dingin yang stabil. Hal
ini didukung oleh kandungan senyawa volatil seperti linalool pada kemangi yang
memberikan efek relaksasi dan mentol pada peppermint yang merangsang reseptor
dingin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kemangi dan
peppermint dalam lilin aromaterapi efektif sebagai solusi non-farmakologis untuk
mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan lingkungan.
Kata Kunci: kemangi, peppermint, lilin aromaterapi, ansiolitik
penting dalam kualitas hidup masyarakat modern. Penggunaan pewangi ruangan
sintetis sering kali menimbulkan efek samping kesehatan, sehingga diperlukan
alternatif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas lilin aromaterapi berbahan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum)
dan peppermint (Mentha piperita) sebagai agen ansiolitik (penurun kecemasan)
serta kemampuannya dalam memberikan sensasi dingin fisiologis. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan desain
one group pretest-posttest. Ekstrak kedua bahan diperoleh melalui proses maserasi
dengan pelarut etanol 70%. Uji efektivitas dilakukan terhadap tiga variasi formulasi
(P1, P2, P3) dengan mengukur tingkat kecemasan dan sensasi termal responden
menggunakan kuesioner Visual Analog Scale (VAS). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa seluruh formulasi lilin aromaterapi berdampak pada penurunan tingkat
kecemasan serta mampu memberikan efek sejuk dan menyegarkan pada responden.
Formulasi P2, yang memiliki komposisi seimbang antara ekstrak kemangi (6,5 ml)
dan ekstrak peppermint (6,5 ml), terbukti memberikan hasil paling optimal baik
sebagai agen ansiolitik maupun dalam memberikan sensasi dingin yang stabil. Hal
ini didukung oleh kandungan senyawa volatil seperti linalool pada kemangi yang
memberikan efek relaksasi dan mentol pada peppermint yang merangsang reseptor
dingin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kemangi dan
peppermint dalam lilin aromaterapi efektif sebagai solusi non-farmakologis untuk
mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan lingkungan.
Kata Kunci: kemangi, peppermint, lilin aromaterapi, ansiolitik
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.