Pemanfaatan Kulit Nanas (Ananas comosus) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Bio Baterai
Nama Anggota
: Falah Abdillah Hakim
Kelas
: XII.5
NIS
: 12214
Nama Ketua
: Zayyan Nailur Ridho
Kelas
: XII.5
NIS
: 12234
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Muhammad Najih Irfani, S.T
Tanggal Pengesahan
:
09-08-2025
Abstrak
:
Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu
solusi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus meminimalkan
dampak pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit
nanas (Ananas comosus) sebagai bahan dasar pembuatan bio baterai dengan
memanfaatkan kandungan senyawa kimia alaminya, seperti asam sitrat, glukosa,
dan elektrolit alami yang berpotensi sebagai media penghantar ion. Proses
pembuatan diawali dengan pembersihan kulit nanas, penghancuran, dan ekstraksi
cairan untuk menghasilkan larutan elektrolit. Larutan ini kemudian diaplikasikan
pada sel baterai sederhana yang menggunakan anoda dan katoda berbahan logam.
Pengujian kinerja dilakukan dalam dua kondisi, yaitu tanpa beban dan dengan
beban berupa LED, untuk mengukur tegangan, arus, serta daya yang dihasilkan.
Hasil menunjukkan bahwa bio baterai berbahan kulit nanas mampu menghasilkan
tegangan rata-rata 1,5 – 3 Volt per sel. Pada kondisi tanpa beban, tegangan relatif
stabil dalam waktu lebih lama, sedangkan pada kondisi dengan beban LED, terjadi
penurunan tegangan lebih cepat akibat peningkatan konsumsi energi. Perbedaan ini
menunjukkan bahwa beban listrik memengaruhi durabilitas keluaran energi.
Temuan ini membuktikan bahwa kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai sumber
energi alternatif yang murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Selain
memberikan solusi pengelolaan limbah organik, inovasi ini berpotensi
dikembangkan sebagai teknologi energi hijau skala kecil, khususnya untuk daerah
dengan keterbatasan akses listrik atau kebutuhan daya sementara.
Kata kunci: kulit nanas, bio baterai, energi terbarukan, limbah organik, elektrolit
alami
solusi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus meminimalkan
dampak pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit
nanas (Ananas comosus) sebagai bahan dasar pembuatan bio baterai dengan
memanfaatkan kandungan senyawa kimia alaminya, seperti asam sitrat, glukosa,
dan elektrolit alami yang berpotensi sebagai media penghantar ion. Proses
pembuatan diawali dengan pembersihan kulit nanas, penghancuran, dan ekstraksi
cairan untuk menghasilkan larutan elektrolit. Larutan ini kemudian diaplikasikan
pada sel baterai sederhana yang menggunakan anoda dan katoda berbahan logam.
Pengujian kinerja dilakukan dalam dua kondisi, yaitu tanpa beban dan dengan
beban berupa LED, untuk mengukur tegangan, arus, serta daya yang dihasilkan.
Hasil menunjukkan bahwa bio baterai berbahan kulit nanas mampu menghasilkan
tegangan rata-rata 1,5 – 3 Volt per sel. Pada kondisi tanpa beban, tegangan relatif
stabil dalam waktu lebih lama, sedangkan pada kondisi dengan beban LED, terjadi
penurunan tegangan lebih cepat akibat peningkatan konsumsi energi. Perbedaan ini
menunjukkan bahwa beban listrik memengaruhi durabilitas keluaran energi.
Temuan ini membuktikan bahwa kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai sumber
energi alternatif yang murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Selain
memberikan solusi pengelolaan limbah organik, inovasi ini berpotensi
dikembangkan sebagai teknologi energi hijau skala kecil, khususnya untuk daerah
dengan keterbatasan akses listrik atau kebutuhan daya sementara.
Kata kunci: kulit nanas, bio baterai, energi terbarukan, limbah organik, elektrolit
alami
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.