Aplikasi Karbon Aktif Berbasis Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) untuk Reduksi Kekeruhan Air Limbah Rumah Tangga
Nama Anggota
: Rif'a Maila Tunniswah
Kelas
: XII.6
NIS
: 12737
Nama Ketua
: Alodia Safira Alkhalisha
Kelas
: XII.6
NIS
: 12710
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Munirotun Roiyana, S.Si., M.Si.
Tanggal Pengesahan
:
08-05-2026
Abstrak
:
Alodia Safira Alkhalisha dan Rif’a Maila Tunniswah dalam penelitian berjudul “Aplikasi Karbon Aktif Berbasis Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) untuk Reduksi Kekeruhan Air” di MAN 2 Kudus yang dibimbing oleh Munirotun Roiyana, S.Si., M.Si., mengkaji pemanfaatan limbah kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan, serta menghubungkannya dengan permasalahan kekeruhan air yang masih sering terjadi dan dapat berdampak pada kesehatan; kulit pisang yang mengandung karbon, selulosa, hemiselulosa, dan lignin diolah menjadi karbon aktif melalui tahapan pencucian, pengeringan, karbonisasi, penghalusan, dan aktivasi sederhana, kemudian diuji dalam proses penjernihan air dengan variasi jumlah penggunaan karbon aktif sebagai berikut, 15 gram selama 1 jam, 15 gram selama 2 jam, 30 gram selama 1 jam, dan 30 gram selama 2 jam. Parameter yang digunakan adalah tingkat kejernihan sebelum dan sesudah perlakuan melalui perubahan warna dan bau. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa variasi terbaik 30 gram dengan waktu kontak 2 jam dengan perubahan warna dari yang semula keruh menjadi cukup jernih dan tidak berbau. Semakin banyak jumlah karbon aktif dan waktu kontak yang digunakan, maka semakin tinggi tingkat kejernihan air. Karbon aktif dari kulit pisang efektif menurunkan kekeruhan air, sehingga bahan ini berpotensi menjadi alternatif penjernih air yang murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.