Studi In Silico Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh terhadap Bakteri Treponema pallidum
Nama Anggota
: Mirza Faiz Ikhsani
Kelas
: XII.6
NIS
: 12727
Nama Ketua
: Rizqie Shidqie Narendra
Kelas
: XII.6
NIS
: 12738
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Muhammad Najih Irfani, S.T
Tanggal Pengesahan
:
27-04-2026
Abstrak
:
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan masih menjadi masalah kesehatan global. Pengobatan utama menggunakan antibiotik penisilin memiliki beberapa keterbatasan, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antibakteri senyawa aktif daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Treponema pallidum melalui pendekatan in silico. Metode yang digunakan adalah Computer-Aided Drug Design (CADD) dengan teknik molecular docking, serta didukung oleh analisis farmakokinetik menggunakan SwissADME dan prediksi toksisitas menggunakan ProTox.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa senyawa yang diuji, senyawa 2-(1-Phenylethyl) phenol memiliki nilai afinitas ikatan paling rendah sebesar -7,3 kkal/mol, mendekati nilai native ligand sebesar -8,0 kkal/mol. Selain itu, senyawa ini memenuhi aturan Lipinski dan memiliki tingkat toksisitas yang relatif aman. Hasil visualisasi molecular docking menunjukkan adanya interaksi stabil antara senyawa tersebut dengan protein target, ditandai dengan terbentuknya ikatan hidrogen pada residu ASN A:98 serta kesamaan interaksi dengan native ligand pada residu VAL A:105, LEU A:101, dan ALA A:162.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa 2-(1-Phenylethyl) phenol dari daun belimbing wuluh berpotensi sebagai kandidat antibakteri terhadap Treponema pallidum. Namun, diperlukan penelitian lanjutan melalui uji in vitro dan in vivo untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara langsung.
Kata kunci: sifilis, Treponema pallidum, belimbing wuluh, in silico, molecular docking, antibakteri
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa senyawa yang diuji, senyawa 2-(1-Phenylethyl) phenol memiliki nilai afinitas ikatan paling rendah sebesar -7,3 kkal/mol, mendekati nilai native ligand sebesar -8,0 kkal/mol. Selain itu, senyawa ini memenuhi aturan Lipinski dan memiliki tingkat toksisitas yang relatif aman. Hasil visualisasi molecular docking menunjukkan adanya interaksi stabil antara senyawa tersebut dengan protein target, ditandai dengan terbentuknya ikatan hidrogen pada residu ASN A:98 serta kesamaan interaksi dengan native ligand pada residu VAL A:105, LEU A:101, dan ALA A:162.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa 2-(1-Phenylethyl) phenol dari daun belimbing wuluh berpotensi sebagai kandidat antibakteri terhadap Treponema pallidum. Namun, diperlukan penelitian lanjutan melalui uji in vitro dan in vivo untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara langsung.
Kata kunci: sifilis, Treponema pallidum, belimbing wuluh, in silico, molecular docking, antibakteri
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.