PEMANFAATAN SERBUK KULIT PISANG RAJA (Musa paradisiaca L.) DAN SERBUK ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DALAM PEMBUATAN BIODEGRADABLE FOAM (BIOFOAM)
Nama Anggota
: Keyla Hasya Ananta
Kelas
: XII.7
NIS
: 12757
Nama Ketua
: Dinda Elok Allamah
Kelas
: XII.7
NIS
: 12748
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Munirotun Roiyana, S.Si., M.Si.
Tanggal Pengesahan
:
20-06-2026
Abstrak
:
Penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan sekali pakai menimbulkan berbagai
permasalah lingkungan karena sulit terurai secara alami. Oleh karena itu, diperlukan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah dengan membuat biodegradable foam (biofoam) dari bahan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik biofoam yang terbuat dari serbuk kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.) dan serbuk eceng gondok (Eichhornia crassipes), menentukan konsentrasi optimal kedua bahan tersebut terhadap kualitas biofoam, serta menilai hasil pengujian biofoam yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuantitatif. Biofoam dibuat melalui proses pencampuran bahan, pemanasan, pencetakan, dan pengeringan. Selanjutnya, biofoam diuji menggunakan uji biodegradabilitas dan uji daya serap air. Penelitian ini menggunakan tiga variasi perlakuan perbandingan serbuk kulit pisang raja dan serbuk eceng gondok, yaitu 1:3, 3:1, dan 1:1. Hasil uji daya serap air menunjukkan nilai sebesar 100%, 50%, dan 0% pada perlakuan 1, 2, dan 3. Adapun hasil uji biodegradabilitas menunjukkan persentase kehilangan massa masing-masing sebesar 33,33%, 50%, dan 60%. Perlakuan 3 menunjukkan hasil terbaik dengan daya serap air terendah dan tingkat biodegradabilitas tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan serbuk kulit pisang raja dan serbuk eceng gondok berpotensi menghasilkan biofoam yang ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti styrofoam.
Kata kunci: Biodegradabilitas, Biofoam, Daya Serap Air, Serbuk Eceng Gondok, Serbuk
Kulit Pisang Raja
permasalah lingkungan karena sulit terurai secara alami. Oleh karena itu, diperlukan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah dengan membuat biodegradable foam (biofoam) dari bahan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik biofoam yang terbuat dari serbuk kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.) dan serbuk eceng gondok (Eichhornia crassipes), menentukan konsentrasi optimal kedua bahan tersebut terhadap kualitas biofoam, serta menilai hasil pengujian biofoam yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuantitatif. Biofoam dibuat melalui proses pencampuran bahan, pemanasan, pencetakan, dan pengeringan. Selanjutnya, biofoam diuji menggunakan uji biodegradabilitas dan uji daya serap air. Penelitian ini menggunakan tiga variasi perlakuan perbandingan serbuk kulit pisang raja dan serbuk eceng gondok, yaitu 1:3, 3:1, dan 1:1. Hasil uji daya serap air menunjukkan nilai sebesar 100%, 50%, dan 0% pada perlakuan 1, 2, dan 3. Adapun hasil uji biodegradabilitas menunjukkan persentase kehilangan massa masing-masing sebesar 33,33%, 50%, dan 60%. Perlakuan 3 menunjukkan hasil terbaik dengan daya serap air terendah dan tingkat biodegradabilitas tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan serbuk kulit pisang raja dan serbuk eceng gondok berpotensi menghasilkan biofoam yang ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti styrofoam.
Kata kunci: Biodegradabilitas, Biofoam, Daya Serap Air, Serbuk Eceng Gondok, Serbuk
Kulit Pisang Raja
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.