Strategi Pengembangan Sumber Daya Genetik Pertanian Melalui Induksi Mutagen Etil Metan Sulfonat (EMS) Dan Bio-Catharanthine Pada Tanaman Okra Merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) Secara In Vitro Menuju Sustainable Development Goals (SDGs 2) 2030
Nama Anggota
: Naila Kirania Maulidia
Kelas
: XII.7
NIS
: 12766
Nama Ketua
: Dzikra Lubna Khairunnisa
Kelas
: XII.7
NIS
: 12752
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Ema Nur Hidayah, S.Pd., M.Sc.
Tanggal Pengesahan
:
23-02-2026
Abstrak
:
Sumber Daya Genetik (SDG) memiliki peran dalam menunjang kedaulatan pangan, kecukupan nutrisi, dan memperkuat persaingan dalam pasar global. Ancaman kelestarian SDG pertanian telah menjadi wacana global yang membangun kesadaran pentingnya melakukan konservasi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs 2), keamanan pangan (zero hunger), dan pertanian berkelanjutan. Upaya memperoleh varietas unggul dalam konservasi SDG dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman menggunakan mutagen seperti Bio-Catharantine dan Etil Metan Sulfonat (EMS) untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Okra Merah (Abelmoschus esculentus L. Moench.) merupakan salah satu jenis sayuran fungsional dengan komoditas ekspor yang mengandung alkaloid, fenolik, tanin, saponin, flavonoid, memiliki aktivitas antioksidan serta dapat menurunkan kolesterol. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan produktivitas dan kemampuan anti kolesterol tanaman Okra Merah (Abelmoschus esculentus L.) menggunakan induksi mutagen EMS dan bioatharantine secara in vitro. Variasi konsentrasi EMS dan Bio-Catharanthine yang digunakan yaitu 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dengan lama perendaman 24 jam. Parameter yang diamati yaitu morfologi, produktivitas, jumlah kromosom dan kemampuan anti kolesterol setelah 12 minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mutagen EMS dan Bio-Catharanthine tidak menyebabkan kenaikan jumlah kromosom, namun dapat meningkatkan morfologi, produktivitas, dan kemampuan anti kolesterol tanaman Okra merah. Penurunan kolesterol tertinggi sebesar 63,57% pada B1, sedangkan nilai penurunan kadar kolesterol terendah sebesar 20,66% pada B4. Konsentrasi EMS dan Bio-Catharanthine yang optimal untuk pertumbuhan tanaman okra merah 1,5%.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.