PENGARUH PUPUK DOLOMIT DAN KOMPOS CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)
Nama Anggota
: Hafiz Jausyaq Fauzi Santoso
Kelas
: XII.7
NIS
: 12754
Nama Ketua
: Rajendra Rafif Rizqullah
Kelas
: XII.7
NIS
: 12769
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Widayato, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
11-05-2026
Abstrak
:
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, produktivitas cabai masih sering terkendala oleh kondisi tanah yang kurang subur serta ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis yang berdampak negatif pada ekosistem tanah dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk dolomit dan pupuk kompos dari limbah cangkang telur terhadap pertumbuhan tanaman cabai, serta menentukan dosis kombinasi yang paling efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 4 variasi perlakuan, yaitu kontrol (tanpa pupuk), pemberian pupuk dolomit saja, pemberian pupuk kompos cangkang telur saja, dan kombinasi keduanya dengan variasi dosis (Dosis 1: 100 gr dolomit + 200 gr kompos; Dosis 2: 150 gr dolomit + 250 gr kompos; Dosis 3: 200 gr dolomit + 300 gr kompos). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Olimpiade Sains Terpadu MAN 2 Kudus selama kurang lebih empat bulan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah, bobot kering, serta pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk dolomit dan pupuk kompos dari cangkang telur memberikan pengaruh positif terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman cabai yang diamati. Pupuk dolomit berperan dalam menetralkan pH tanah dan meningkatkan ketersediaan unsur hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), sementara pupuk kompos cangkang telur memperbaiki struktur fisik tanah, meningkatkan aktivitas mikroba, dan menyuplai unsur hara organik secara bertahap. Kombinasi terbaik diperoleh pada dosis D2 (150 gr dolomit + 250 gr kompos) yang menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 52,3 cm, jumlah daun 36 helai, dan bobot basah 94,7 gr.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.