Repository

Detail Karya Tulis

MUGURICE (Mugwort-Infused Rice): Pengembangan Beras Analog Berbasis Bahan Lokal Kulit Pisang dan Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional Pendukung Diet Rendah Purin

Nama Anggota
Nathania Putri Tsary Sujarwo
Kelas
XII.7
NIS
0082508397
Nama Ketua
Silvia Fauzia Unsa
Kelas
XII.7
NIS
0084356198
Kategori
MIPA dan Teknik
Pembimbing
Mutiara Hapsari, S.Si., M.Si.
Tanggal Pengesahan
07-05-2026
Abstrak
Hiperurisemia adalah kondisi medis ketika kadar asam urat dalam darah melebihi
6,8 mg/dL, umumnya timbul akibat konsumsi purin berlebihan. Terapi
farmakologis sering dipakai untuk mereduksi tingkat asam urat, namun efek
samping terkait ginjal sering muncul. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang
lebih aman melalui makanan fungsional. Studi ini mencapai efektivitas efektivitas
Mugurice, yaitu beras alternatif yang diperkaya ekstrak daun mugwort (Artemisia
vulgaris L.), tepung kulit pisang kepok, dan tepung ubi jalar ungu, dalam
menurunkan kadar asam urat pada hewan coba mencit (Mus musculus L.).
Ekstrak daun mugwort diketahui memiliki sifat antiradang dan membantu
menurunkan konsentrasi asam urat. Tepung kulit pisang kepok kaya serat yang
mampu membatasi penyerapan purin di saluran pencernaan, sementara ubi jalar
ungu mengandung antosianin berlimpah, suatu antioksidan kuat pelindung tubuh
dari kerusakan oksidatif. Penelitian ini menggunakan metode in vivo
menggunakan mencit jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok
kontrol, kelompok perlakuan Mugurice dengan variasi konsentrasi ekstrak
mugwort, dan kelompok yang hanya diberi ekstrak mugwort. Untuk menaikkan
kadar asam urat pada mencit, diterapkan diet kaya purin dengan pemberian jus
hati ayam. Hasil studi menunjukkan Mugurice efektif mereduksi kadar asam urat,
dengan pencapaian terbaik terlihat pada kelompok P2 yang menerima 90 mL
ekstrak mugwort. Analisis fitokimia mengungkap ekstrak mugwort mengandung
alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berkontribusi dalam penurunan kadar asam
urat. Selanjutnya, evaluasi kadar air menunjukkan sampel P2 memiliki tingkat
kelembapan terendah sebesar 0,5%, sementara P2.2 menunjukkan tingkat
kelembapanTertinggi sebesar 0,8%. Riset ini mendukung Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs) poin 3 dengan menyediakan opsi pangan alami yang aman
untuk mengatasi hiperurisemia tanpa menimbulkan efek samping berarti.

Pratinjau Dokumen

Akses Dokumen Dibatasi

Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.