Repository

Detail Karya Tulis

Pemanfaatan Tepung Beras Ketan Putih, Limbah Cangkang Telur Ayam, dan Sabut Kelapa Sebagai Bahan Baku dalam Pembuatan Biofoam yang Berdaya Tahan Tinggi dan Ramah Lingkungan

Nama Anggota
Gagah Abyan Mahardika
Kelas
XII.8
NIS
12788
Nama Ketua
Isa Bagaskoro
Kelas
XII.8
NIS
12792
Kategori
MIPA dan Teknik
Pembimbing
Muhamad Ghoni Rif'an, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
11-05-2026
Abstrak
Penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan makanan menimbulkan berbagai permasalahan, baik terhadap kesehatan maupun lingkungan karena sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tepung beras ketan putih, limbah cangkang telur ayam, dan sabut kelapa sebagai bahan baku pembuatan biofoam yang memiliki daya tahan tinggi serta ramah lingkungan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga variasi komposisi serbuk cangkang telur ayam dan serbuk sabut kelapa, yaitu 5g: 10g, 10g: g, dan 10g: 10g, sedangkan komposisi bahan lainnya dibuat tetap. Biofoam yang dihasilkan diuji melalui uji kuat tekan (compressive strength), uji kuat tarik (tensile strength), uji daya serap air (immersion test), dan uji biodegradasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi bahan berpengaruh terhadap sifat mekanik biofoam. Komposisi terbaik diperoleh pada penambahan 10 g serbuk cangkang telur ayam dan 10 g serbuk sabut kelapa, dengan nilai kuat tekan sebesar 1078,7 kPa dan kuat tarik sebesar 343,2 kPa, sehingga memenuhi standar kuat tarik serta memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan standar foam konvensional. Seluruh variasi biofoam memiliki daya serap air sebesar 30–35%, sehingga masih belum memenuhi standar daya serap air biofoam. Pada uji biodegradasi, biofoam mampu terurai di dalam tanah dalam waktu sekitar 30–40 hari, sehingga menunjukkan sifat ramah lingkungan dan berpotensi menjadi alternatif pengganti styrofoam.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tepung beras ketan putih, limbah cangkang telur ayam, dan sabut kelapa berpotensi menghasilkan biofoam dengan karakteristik mekanik yang baik serta mudah terurai di lingkungan. Namun, diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk menurunkan daya serap air agar kualitas biofoam semakin optimal.

Kata kunci: biofoam, styrofoam, tepung beras ketan putih, cangkang telur ayam, sabut kelapa.

Pratinjau Dokumen

Akses Dokumen Dibatasi

Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.