Pengujian Efektivitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Indikator pH untuk Menentukan Kesegaran Daging Ayam
Nama Anggota
: Citra Fania Anindita
Kelas
: XII.8
NIS
: 12783
Nama Ketua
: Rachel Salma Khalila
Kelas
: XII.8
NIS
: 12811
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Ema Nur Hidayah, S.Pd., M.Sc.
Tanggal Pengesahan
:
14-04-2026
Abstrak
:
Konsumsi daging ayam mengalami peningkatan pada beberapa tahun
terakhir, yaitu mencapai 7,46 kilogram/kapita/tahun pada tahun 2023. Kandungan
air dan protein yang tinggi pada daging ayam sangat cocok untuk pertumbuhan
mikroorganisme jika disimpan terlalu lama di tempat terbuka sehingga daging ayam
yang tidak segar dapat menyebabkan keracunan. Hal ini dapat terjadi karena adanya
kandungan bakteri, seperti bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan
Salmonella sp. pada daging ayam yang tidak segar. Daging ayam yang mengalami
perubahan kualitas dapat ditandai dengan adanya perubahan pH sehingga indikator
pH dapat digunakan sebagai solusi untuk mencegah terjadinya keracunan. Salah
satu bahan alam yang dapat digunakan untuk membuat indikator pH adalah bunga
telang. Bunga telang dipilih karena memiliki kandungan antosianin yang tinggi dan
memiliki rentang warna yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji
proporsi ekstrak bunga telang yang tepat untuk membuat indikator pH dan
perubahan warna indikator pH bunga telang pada setiap tingkatan kesegaran daging
ayam. Penelitian ini dilakukan melalui pembuatan kertas pH dengan tiga formulasi
(F1: 3 putik, F2: 5 putik, F3: 7 putik) dan pengujian ke daging ayam. Hasil yang
didapatkan, yaitu proporsi indikator pH bunga telang yang paling baik terdapat pada
formulasi dengan ekstrak bunga telang paling sedikit (F1) yang memiliki warna
lebih kontras daripada formulasi lainnya. Indikator pH bunga telang memiliki
perubahan warna biru keunguan sampai biru saat keadaan daging ayam segar dan
warna biru kehijauan saat keadaan daging ayam tidak segar. Oleh karena itu,
indikator pH bunga telang dapat digunakan sebagai penguji kesegaran daging ayam
yang ekonomis dan ramah lingkungan.
terakhir, yaitu mencapai 7,46 kilogram/kapita/tahun pada tahun 2023. Kandungan
air dan protein yang tinggi pada daging ayam sangat cocok untuk pertumbuhan
mikroorganisme jika disimpan terlalu lama di tempat terbuka sehingga daging ayam
yang tidak segar dapat menyebabkan keracunan. Hal ini dapat terjadi karena adanya
kandungan bakteri, seperti bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan
Salmonella sp. pada daging ayam yang tidak segar. Daging ayam yang mengalami
perubahan kualitas dapat ditandai dengan adanya perubahan pH sehingga indikator
pH dapat digunakan sebagai solusi untuk mencegah terjadinya keracunan. Salah
satu bahan alam yang dapat digunakan untuk membuat indikator pH adalah bunga
telang. Bunga telang dipilih karena memiliki kandungan antosianin yang tinggi dan
memiliki rentang warna yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji
proporsi ekstrak bunga telang yang tepat untuk membuat indikator pH dan
perubahan warna indikator pH bunga telang pada setiap tingkatan kesegaran daging
ayam. Penelitian ini dilakukan melalui pembuatan kertas pH dengan tiga formulasi
(F1: 3 putik, F2: 5 putik, F3: 7 putik) dan pengujian ke daging ayam. Hasil yang
didapatkan, yaitu proporsi indikator pH bunga telang yang paling baik terdapat pada
formulasi dengan ekstrak bunga telang paling sedikit (F1) yang memiliki warna
lebih kontras daripada formulasi lainnya. Indikator pH bunga telang memiliki
perubahan warna biru keunguan sampai biru saat keadaan daging ayam segar dan
warna biru kehijauan saat keadaan daging ayam tidak segar. Oleh karena itu,
indikator pH bunga telang dapat digunakan sebagai penguji kesegaran daging ayam
yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.