SYMPHOMI (SYPHILIS MICRONEEDLE PATCH OF AVERRHOA BILIMBI): MICRONEEDLE ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP BAKTERI TREPONEMA PALLIDUM
Nama Anggota
: Artha Ghitza Aulya
Kelas
: XII.9
NIS
: 0083943025
Nama Ketua
: Kaysa Fardatus Syakira
Kelas
: XII.9
NIS
: 0089650199
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Naelatuz Zuhroh, S.Si.
Tanggal Pengesahan
:
11-05-2026
Abstrak
:
Sifilis merupakan salah satu penyakit mematikan yang menginfeksi melalui organ reproduksi. Sifilis termasuk penyakit menyebar menular reproduksi karena aktivitas mikroorganisme Treponema pallidum (T. pallidum). Sifilis memiliki karakteristik berkelanjutan dan menyeluruh yang dapat menyerang semua organ tubuh (Darmawan, dkk., 2020). Sifilis memiliki karakteristik berkelanjutan dan menyeluruh yang dapat menyerang semua organ tubuh. Belimbing wuluh positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Senyawa metabolit sekunder memiliki fungsi sebagai pertahanan yang mana dapat dijadikan sebagai antibakteri. Penggunaan senyawa untuk antibakteri dari bahan alami akan bersifat lebih ramah lingkungan, aman, dan mudah didapat. Penelitian kali ini menggunakan microneedle patch sebagai produk antibakteri. Microneedles memiliki lebih banyak kelebihan daripada patch transdermal lainnya, seperti minim rasa sakit, onset kerja yang lebih cepat, permeabilitas yang lebih tinggi, dan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak belimbing wuluh dalam menghambat bakteri Treponema pallidum (T. pallidum) dan mengetahui kandungan fitokimia ekstrak belimbing wuluh, serta mengetahui karakteristik microneedle yang dihasilkan dari ekstrak belimbing wuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu senyawa uji pada belimbing wuluh yang diuji mendekati ampuh dalam menjadi penghambat bakteri Treponema pallidum dan memenuhi syarat patch microneedle. Selain itu, belimbing wuluh positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa formula terbaik dihasilkan dari patch sediaan microneedle yang menghasilkan karakteristik pada pengujian organoleptik. Formula terbaik yang dihasilkan dari patch sediaan microneedle adalah formula F2 (10% ekstrak) yang menghasilkan karakteristik yaitu pada pengujian organoleptik didapatkan fleksibilitas yang baik, berwarna dan memiliki sedikit gelembung udara, memiliki pH standar yang baik untuk kulit yaitu 4, uji susut dengan persentase 0%, dan uji daya serap kelembaban dengan persentase 5%, uji keseragaman bobot tidak memenuhi syarat deviasi nya, formula 2 mendapatkan persentase yang paling mendekati dari syarat deviasi. Memiliki sedikit gelembung udara, memiliki pH standar yang baik untuk kulit yaitu 4, uji susut dengan persentase 0%, dan uji daya serap kelembaban dengan persentase 5%, uji keseragaman bobot tidak memenuhi syarat deviasi nya, formula 2 mendapatkan persentase yang paling mendekati dari syarat deviasi.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.