ANALISIS KITOSAN KULIT UDANG DAN KARBON AKTIF GERGAJI KAYU SEBAGAI TEKNOLOGI FILTER AIR RAMAH LINGKUNGAN
Nama Anggota
: Tazkya Amalia Asbaturrohmah
Kelas
: XII.9
NIS
: 12851
Nama Ketua
: Safira Aulia Rahma
Kelas
: XII.9
NIS
: 12846
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Nurullah Aulia Sugiarti, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
02-02-2026
Abstrak
:
Air bersih adalah salah satu sumber daya alam yang harus diperhatikan oleh semua pihak. Sebagian besar daerah di Indonesia memiliki jumlah sumber daya air yang cukup, tetapi kualitas airnya rendah. Menurut badan pusat statistik, Pada Desember 2023 jumlah air bersih yang tersalurkan mencapai 4.375.697 m3. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas air yaitu dengan proses filtrasi menggunakan kitosan dari kulit udang dan arang aktif dari serbuk gergaji. Kitosan adalah senyawa turunan kitin dan biopolimer yang banyak digunakan sebagai koagulan dalam pengolahan air limbah dan adsorben ion logam. Kitosan banyak ditemukan di cangkang hewan kelompok rustaceae seperti kepiting, udang dan lobster. Cangkang udang terdiri dari tiga komponen utama yang dapat digunakan sebagai bahan kitosan yaitu protein (25%-44%), kalsium karbonat (45%-50%), dan kitin (15%-20%). Penggunaan karbon aktif dalam sistem biofiltrasi juga dapat membantu menghilangkan zat organik, menghasilkan air biologis yang stabil, mengikat logam berat, dan menurunkan tingkat kekeruhan air. Gergaji kayu mengandung lignin (16%-33%), selulosa (40%-50%), dan hemiselulosa (25%-35%) sehingga berpotensial untuk dijadikan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan kitosan kulit udang dan arang aktif serbuk gergaji sebagai bahan filtrasi air limbah. Metode yang akan digunakan adalah pembuatan adsorben, pengujian karakterisasi adsorben, dan dilanjutkan pengujian sebagai adsorben filter air. Menurut hasil, Karbon aktif adalah jenis adsorben paling efektif sebagai filter air karena berperan aktif dalam uji pH air dan TDS. Yang ditunjukkan dengan hasil nilai pH sebesar 7,09 dan nilai penurunan TDS sebesar 65%. Adsorben arang aktif merupakan adsorben paling efektif dalam mengurangi kadar Cu dalam air dengan nilai penurunan sebesar 58,5%.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.