PEMANFAATAN BUAH NAGA ( Hylocereus polyrhizus ) UNTUK EDIBLE STRAW SEBAGAI PENGGANTI SEDOTAN PLASTIK
Nama Anggota
: Nafiza Zalfa Ashalina
Kelas
: XII.9
NIS
: 12837
Nama Ketua
: Umi Kayla Yumna Nadzifah
Kelas
: XII.9
NIS
: 12852
Kategori
: MIPA dan Teknik
Pembimbing
: Khusnul Khasanah, S.Pd.
Tanggal Pengesahan
:
11-05-2026
Abstrak
:
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi sedotan ramah lingkungan berupa
edible straw yang terbuat dari campuran kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus
polyrhizus) sebagai alternatif pengganti sedotan plastik. Latar belakang penelitian ini
didasarkan pada meningkatnya permasalahan limbah plastik, khususnya sedotan sekali pakai
yang sulit terurai dan berdampak buruk bagi lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan beberapa
tahapan, yaitu pembuatan puree buah dan kulit naga, pencampuran bahan tambahan (tapioka,
karagenan, dan gliserin), proses pencetakan, pengeringan, serta pengujian karakteristik fisik
dan biodegradabilitas. Uji yang dilakukan meliputi ketebalan, bentuk, kelenturan, serta uji
ketahanan terhadap suhu dan uji biodegradabilitas di dalam tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible straw yang dihasilkan memiliki bentuk yang
cukup kuat, fleksibel, dan dapat digunakan sebagai sedotan dalam waktu tertentu. Selain itu,
edible straw terbukti bersifat biodegradable dan dapat terurai hampir seluruhnya dalam waktu
sekitar 30 hari. Penggunaan bahan alami juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan
karena tidak menghasilkan limbah berbahaya.
Dengan demikian, edible straw berbahan dasar kulit dan buah naga merah memiliki potensi
besar sebagai solusi alternatif pengganti sedotan plastik yang ramah lingkungan. Namun,
diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas produk
agar dapat digunakan secara lebih luas.
Kata kunci : biodegradable, buah naga, edible straw, limbah plastik, ramah lingkungan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi sedotan ramah lingkungan berupa
edible straw yang terbuat dari campuran kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus
polyrhizus) sebagai alternatif pengganti sedotan plastik. Latar belakang penelitian ini
didasarkan pada meningkatnya permasalahan limbah plastik, khususnya sedotan sekali pakai
yang sulit terurai dan berdampak buruk bagi lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan beberapa
tahapan, yaitu pembuatan puree buah dan kulit naga, pencampuran bahan tambahan (tapioka,
karagenan, dan gliserin), proses pencetakan, pengeringan, serta pengujian karakteristik fisik
dan biodegradabilitas. Uji yang dilakukan meliputi ketebalan, bentuk, kelenturan, serta uji
ketahanan terhadap suhu dan uji biodegradabilitas di dalam tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible straw yang dihasilkan memiliki bentuk yang
cukup kuat, fleksibel, dan dapat digunakan sebagai sedotan dalam waktu tertentu. Selain itu,
edible straw terbukti bersifat biodegradable dan dapat terurai hampir seluruhnya dalam waktu
sekitar 30 hari. Penggunaan bahan alami juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan
karena tidak menghasilkan limbah berbahaya.
Dengan demikian, edible straw berbahan dasar kulit dan buah naga merah memiliki potensi
besar sebagai solusi alternatif pengganti sedotan plastik yang ramah lingkungan. Namun,
diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas produk
agar dapat digunakan secara lebih luas.
Kata kunci : biodegradable, buah naga, edible straw, limbah plastik, ramah lingkungan
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.