Pengaruh Circle Friendship terhadap Konsistensi Ibadah Siswa : Studi Kasus Pembiasaan Sholat Dzuhur Berjamaah di MAN 2 Kudus
Nama Anggota
: Syafrina Hazirotul Qudsiyah
Kelas
: 12.13
NIS
: 12507
Nama Ketua
: Rizkia Intan Nuraini
Kelas
: 12.13
NIS
: 12506
Kategori
: Keagamaan
Pembimbing
: Iis Aniswatin Nurmaningsih, S.Pd.I.
Tanggal Pengesahan
:
16-04-2025
Abstrak
:
Sholat berjamaah memiliki keutamaan dalam Islam, terutama dalam membentuk kedisiplinan dan nilai keagamaan siswa. Namun, tidak semua siswa konsisten dalam menjalankannya, yang dapat dipengaruhi oleh circle friendship atau
lingkaran pertemanan. Lingkungan pergaulan berperan penting dalam membentuk kebiasaan ibadah seseorang, baik dalam memberikan dukungan positif maupun tantangan yang menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh circle friendship terhadap kebiasaan sholat Dzuhur berjamaah di MAN 2 Kudus, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan teman dalam ibadah, serta mengungkap kendala yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa circle friendship berperan signifikan dalam membentuk kebiasaan sholat berjamaah melalui dukungan
sosial, norma kelompok, dan motivasi eksternal. Faktor utama yang memengaruhi keterlibatan teman dalam ibadah meliputi lingkungan sosial, kesadaran individu, serta dorongan dari guru dan orang tua. Dukungan teman sebaya dapat meningkatkan konsistensi ibadah, sementara pengaruh negatif pergaulan dapat melemahkan kebiasaan ini. Namun, tantangan seperti kurangnya motivasi pribadi, pengaruh lingkungan yang kurang mendukung, serta kesibukan akademik masih menjadi kendala utama. Oleh
karena itu, strategi dalam membangun circle friendship yang positif diperlukan untuk meningkatkan konsistensi ibadah siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam merancang program pembiasaan ibadah yang lebih efektif di sekolah, sehingga siswa lebih konsisten menjalankan sholat berjamaah, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
lingkaran pertemanan. Lingkungan pergaulan berperan penting dalam membentuk kebiasaan ibadah seseorang, baik dalam memberikan dukungan positif maupun tantangan yang menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh circle friendship terhadap kebiasaan sholat Dzuhur berjamaah di MAN 2 Kudus, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan teman dalam ibadah, serta mengungkap kendala yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa circle friendship berperan signifikan dalam membentuk kebiasaan sholat berjamaah melalui dukungan
sosial, norma kelompok, dan motivasi eksternal. Faktor utama yang memengaruhi keterlibatan teman dalam ibadah meliputi lingkungan sosial, kesadaran individu, serta dorongan dari guru dan orang tua. Dukungan teman sebaya dapat meningkatkan konsistensi ibadah, sementara pengaruh negatif pergaulan dapat melemahkan kebiasaan ini. Namun, tantangan seperti kurangnya motivasi pribadi, pengaruh lingkungan yang kurang mendukung, serta kesibukan akademik masih menjadi kendala utama. Oleh
karena itu, strategi dalam membangun circle friendship yang positif diperlukan untuk meningkatkan konsistensi ibadah siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam merancang program pembiasaan ibadah yang lebih efektif di sekolah, sehingga siswa lebih konsisten menjalankan sholat berjamaah, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pratinjau Dokumen
Akses Dokumen Dibatasi
Untuk membaca isi lengkap dari Karya Tulis Ilmiah ini, silakan akses melalui komputer katalog yang tersedia di Perpustakaan MAN 2 Kudus.