1196 Hasil Pencarian
Analisis Mental Siswa Korban Bullying serta Semangat dalam Meraih Prestasi di Sekolah
Penulis: Wildan Abu Bakar Sidiq
Bullying merupakan sebuah kondisi dimana telah terjadi penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh perseorangan ataupun kelompok. Penyalahgunaan kekuatan kekuasaan dilakukan pihak yang kuat tidak hanya secara fisik saja tetapi juga secara mental Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, minat, motivasi, tindakan, dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Teknik yang digunakan berupa teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bullying mewujud dalam dua bentuk perilaku, yakni bullying non fisik seperti berkata kasar, mengolok olok, mengejek dan berkata hal-hal jorok). Dampak psikis yang terjadi kepada korban bullying yakni merasa sakit hati, tidak percaya diri, dendam, dan takut dengan pelaku
Hubungan Kerentanan Fear Of Messing Out (FoMo) Terhadap Intensitas Penggunaan Instagram Pada Gen Z
Penulis: Lailani Aurora Zahra, Salma Rahmaniyya Robbina
FoMO merupakan dapat menjadi pendorong dibalik penggunaan internet dan media sosial khususnya, tingkat FoMO tertinggi dialami oleh remaja dan dewasa awal (emerging adulthood).Instagram adalah media sosial ketujuh yang penggunanya paling banyak di dunia dengan jumlah 800 juta pengguna dan Indonesia adalah negara ketiga pengguna Instagram terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. Pengguna Instagram di Indonesia mencapai jumlah 55 juta orang.dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan pada angka atau numerikal yang untuk mendapatkan hasilnya diolah dengan metode statistika Jika dilihat dari intensitas penggunaan rendah dan minimnya karakteristik perilaku FoMo yang ditunjukan oleh remaja tersebut, dibuktikan dengan hasil pengambilan data awal per pada 51 remaja yang bersekolah di SMA Miftahul Huda yang berada di Desa Kuripan Kabupaten GroboganTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebenaran dari hubungan kerentanan FoMo terhadap intensitas pengunaan Instagram pada gen z. Dengan sampel siswa kelas XI Miftahul Huda dikarenakan Meluasnya akses internet dan generasi sekarang rata-rata memiliki handphone dikarenakan handpone adalah salah satu media yang digunakan saat pembelajaran online.
STUDI ANALISIS PERAN INSTAGRAM SEBAGAI DIGITAL MARKETING TERHADAP BUY INTEREST (MINAT BELI) SISWA KELAS XII IPS 2 MAN 2 KUDUS
Penulis: Nasywa Alya Nuha, Najwa Sofiana Fardani
Instagram merupakan salah satu platform di media social yang memberikan akses jual-beli dengan fitur-fitur yang sudah tersedia. Maraknya online shopping terjadi dikalangan remaja khusunya siswa karena didalamnya terdapat daya tarik yang dimunculkan seperti produk yang beraneka ragam sehingga siswa dapat memilih sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan iklan endorse, voucher gratis ongkir, flash sale, dan promo menarik lainnya. Siswa kelas 12 IPS 2 di MAN 2 Kudus dijadikan objek penelitian melalui pendekatan kuantitan dengan menggunakan metode pengambilan data berupa angket, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan statistik deskriptif dengan hasil yang menunjukan keterkaitan antara minat beli siswa dengan pengaruh Instagram. Kata kunci : peran Instagram, produk, minat beli
Takrawa (Tata Krama Jawa): Investigasi Tentang Sopan Santun Generasi Z Tempo Dulu-Sekarang di MAN 2 Kudus
Penulis: Ariani Ririn Itsnaini, Rizkhi Wulandari
Sopan santun merupakan tata krama dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan kepribadian dan budi pekerti luhur (Zuriah, Yustianti, 2007). Sopan santun di zaman generasi z ini banyak sekali anak-anak bangsa yang sudah melupakan etika (Ratriani, 2021). Banyak orang berpendapat, saat ini terdapat krisis etika. Etika yang dianggap mulailuntur diantaranya norma-norma kesopanan yang lambat laun terasa berkurang dibandingkan dengan zaman beberapa dasawarsa yang lalu (Nugroho, 2019). Djuwita (2017) mencermati fenomena perilaku warga negara saat ini, banyak kita lihat perilaku-perilaku yang tidak beretika yang ditunjukan oleh pemuda dan anak remaja. Pelanggaran-pelanggaran etika sopan santun dipandang sebagai perwujudan rendahnya sikap sopan santun para pemuda dan anak remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman etika sopan santun tata krama jawa pada siswa MAN 2 Kudus, untuk menganalisis pengaruh pendidikan karakter MAN 2 Kudus terhadap sopan santun siswa, untuk mengetahui perbedaan etika sopan santun siswa tempo dulu dengan sekarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, metode penelitian yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sumber data. Data yang diambil antara lain data mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tata krama jawa berkaitan dengan sopan santun Generasi Z tempo dulu-sekarang di MAN 2 Kudus. Kata Kunci: Tata Krama, Sopan Santun, dan Generasi Z.
KECAMEN : HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA DI MAN 2 KUDUS
Penulis: Nabila Magdalena, Ratna Rafida Selasih
Dalam penelitian ini di maksud dengan KECAMEN adalah Kecanduan Game Online. Dimana penggunanya mengalami kegelisahan apabila tidak bermain game. Dari uraian di atas peneliti memilih MAN 2 Kudus sebagai pusat penelitian karena terdapat suatu fenomena yang perlu diteliti yaitu maraknya siswa di MAN 2 Kudus yang kecanduan. Peneliti memandang fenomena ini menjadi masalah yang penting untuk dilaksanakannya penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur siswa. Berdasarkan hasil angket yang kami bagikan sebanyak 40 responden, yaitu siswa Usia 15-19 Tahun bahwa setiap siswa memiliki 3 aplikasi game online dan 5 media sosial. Mereka juga menggunakan smartphone setiap harinya antara 2-7 jam. Rata-rata mereka tidur dari jam 23.00-24.00 malam. Mereka bangun pada jam 05.00 dan ada juga yang bangun jam 10.00-11.00 siang. Ada permasalah pada siswa yatu tingkat stres siswa pada siswa, ada tingkat kualitas tidur siswa, dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur siswa di MAN 2 Kudus. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat stres siswa, Mengetahui tingkat kualitas tidur siswa, Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan kuanlitatif didapatkan melalui penyebaran kuisioner. Bentuk penelitian kuanlitatif yang digunakan dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui terdapatnya hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur siswa di MAN 2 Kudus. Pandemi covid-19 telah membuat suatu regulasi baru. Dimana, semua sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran daring. Namun, Mereka bahkan bermain game online terus menerus dengan mengesampingkan pembelajaran. Game online saat ini sangat digemari oleh siswa di MAN 2 Kudus. Mereka bermain tanpa memperhatikan waktu dan kondisi fisik. Hal itulah yang menjadikan mereka kecanduan dan berujung berakibat stress, kecanduan bahkan kurang tidur bagi para remaja. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada proposal ini, bisa disimpulkan sebagai berikut : 1. Perilaku kecanduan game online di MAN 2 Kudus ini cukup tinggi, Sehingga memberikan dampak seperti kurangnya rasa percaya diri. 2. Kualitas tidur siswa MAN 2 Kudus cukup kurang 3. Tingkat stress terhadap pemain game di MAN 2 Kudus juga cukup terbilang tinggi. Saran yang diajukan peneliti terhadap penelitian ini sebagai berikut : 1. Pengguna game online harus bisa mengendalikan saat memainkan permainan gamenya. 2. Untuk orang tua, semakin meningkatnya anak kecanduan game online, orang tua harus bisa mengawasi dan membimbing anaknya. 3. Untuk pihak madrasah, ada suatu sosialisasi mengatasi kecanduaan game online kepada siswa.
Self Management TeknikMelalui Terapi Syukur untuk Mengurangi Shopping Addiction pada Siswa Kelas XII IPS 2 MAN 2 Kudus
Penulis: Rafa Auryna Hadits
-
Analisis Penggunaan Media Sosial terhadap Etika dan Gaya Hidup Hedonisme Remaja
Penulis: Chusna Malicha, Najwa Sofiana Fardani
Analisis ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan media sosial oleh remaja dan dampaknya terhadap etika dan gaya hidup hedonisme. Etika dalam penggunaan media sosial mencakup isu-isu seperti privasi, cyberbullying, dan penggunaan bahasa yang sopan. Gaya hidup hedonisme remaja adalah kecenderungan untuk mencari kesenangan dan kepuasan instan. Penelitian dilakukan melalui survei dan analisis literatur untuk mengumpulkan data tentang perilaku penggunaan media sosial remaja, dampaknya terhadap etika, dan gaya hidup hedonisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam kehidupan remaja dan berdampak pada etika dan gaya hidup mereka. Dampak negatif yang ditemukan meliputi penyalahgunaan privasi, peningkatan risiko cyberbullying, perasaan rendah diri akibat perbandingan sosial, serta dorongan untuk memenuhi keinginan hedonistik tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral. Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan hidup dan mengurangi interaksi sosial di dunia nyata. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan media sosial oleh remaja, seperti tekanan sosial, pengaruh teman sebaya, dan model perilaku yang ditampilkan di media sosial. Rekomendasi yang diajukan termasuk pendidikan yang lebih baik tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, pengembangan keterampilan pengelolaan emosi, dan mendorong keterlibatan sosial di dunia nyata. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana penggunaan media sosial dapat mempengaruhi etika dan gaya hidup hedonisme remaja. Dengan kesadaran yang lebih tinggi tentang dampak negatif dan implementasi solusi yang tepat, diharapkan remaja dapat menggunakan media sosial dengan cara yang lebih sehat, bertanggung jawab, dan mempromosikan nilai-nilai sosial yang positif.
Analisis Kebermanfaatan Masjid Menara Kudus terhadap Kehidupan Masyarakat Kudus di sekitar Masjid Menara Kudus pada Tahun 2022
Penulis: Muhammad Auliya Zainurrizqi, Nabil Pamungkas
Bangunan Masjid Menara Kudus merupakan peninggalan berupa bangunan bersejarah yang terbentuk dari adanya sebuah Akulturasi budaya dari tokoh Walisongo di tanah jawa yaitu, Sunan Kudus yang memiliki nama Asli Ja’far Shodiq. Dengan adanya sejarah tersebut membuat daya tarik Masyarakat kudus untuk tinggal di daerah tersebut juga menarik perhatian masyarakat muslim di tanah jawa untuk berkunjung. Dalam Penelitian ini, bertunjuan untuk menganalisis Kebermanfaatan atau Pengaruh Bangunan Masjid Menara Kudus terhadap Kehidupan Masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Beberapa Warga dari Masyarakat yang beraktivitas disekitaran Masjid Menara Kudus dijadikan sampel dengan teknik Analisis dan Interview melalui pendekatan Kualitatif menggunakan metode pengambilan data berupa wawancara dan dokumetasi. Data yang diperoleh akan dianalisa dengan Teknik Analisi data Kualitatif. Hasil menyebutkan bahwa, Pengaruh Kebermanfaatan Masjid Menara Kudus sangat besar terhadap Masyarakat yang tinggal disekitarnya mulai dari Sektor Ekonomi, Sektor Religi, dan juga Sektor Religi. Kata Kunci: Masjid Menara Kudus, Akulturasi, Sunan Kudus, Kehidupan Masyarakat yang tinggal di sekitarnya, dan Kebermanfaatan Masjid Menara Kudus.
SENI CUCI OTAK : INVESTIGASI PERILAKU KONSUMTIF REMAJA TERHADAP FENOMENA ONLINE SHOPPING (Studi Kasus : Kota Kretek)
Penulis: Rizka Wulan R, Muhammad Ulin Nuha
Online shopping merupakan fasilitas yang disajikan internet dengan memberikaan berbagai kemudahan. Dengan maraknya Online shopping dapat memicu masyarakat untuk berperilaku konsumtif, karena didalam online shopping terdapat suatu daya tarik yang dimunculkan melalui tawaran-tawaran dalam teknik selling (teknik contohnya ada promo, flash sale, cashback dll. Penelitian ini bertujuan untuk mrnghubungkan selling teknik (seni) dengan perilaku konsumtif dalam online shopping. Siswa MAN 2 Kudus dijadikan sampel dengan teknis purposive sampling melalui pendekatan kuantitatif menggunakan metode pengambilan data berupa angket, wawancara dan dokumetasi. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan korelasi product moment dengan hasil yang menunjukkan adanya hubungan selling teknik (seni) dengan perilaku konsumtif dalam online shopping. Kata kunci : Online Shopping, Selling Teknik dan Perilaku Konsumtif.
Analisis Peranan Kelompok Teman Sebaya (Peer Group) Dalam Pencegahan Konsumsi Miras Di Kalangan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus
Penulis: Muhamad Rojif Dinal Maula, Moh Adzrik Nalkhaq
Latar Belakang: Pada usia remaja teman memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap masa depan seorang remaja. Dukungan seorang teman sangat dibutuhkan dalam segala tindakan atau pilihan seorang remaja khususnya seorang pelajar. Dewasa ini penyalahgunaan minuman keras kerap dilakukan oleh pelajar, tak jarang mereka melakukannya karena pengaruh buruk seorang teman. Seorang teman memiliki peranan penting terhadap baik atau buruknya seorang pelajar Tujuan: Untuk mengetahui peran dan upaya teman sebaya dalam pencegahan konsumsi miras di kalangan pelajar Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus Metode Penelitian: Penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang berupa analisis atau penjabaran dari data wawancara. Hasil Penelitian: Minuman keras mempunyai banyak sekali dampak negatif bagi kehidupan seorang pelajar. Lingkungan pertemanan turut berkontribusi dalam penyalahgunaan minuman keras. Oleh sebab itu, Pelajar harus bisa menempatkan diri dalam lingkungan pertemanan yang baik. Seorang teman sebaya memiliki peranan penting dalam pencegahan konsumsi minuman keras oleh kalangan pelajar Saran: Bagi pelajar, diharapkan untuk tidak mencoba mengonsumsi minuman keras, menambah pengetahuan agama, meningkatkan pengetahuan mengenai risiko konsumsi minuman keras, dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Bagi orang tua, diharapkan agar selalu memantau perkembangan anak, mengontrol kegiatan anak, dan memberi arahan kepada anak supaya tidak salah dalam bergaul.Bagi guru, diharapkan dapat memberikan peran dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif dan memberi edukasi mengenai bahaya minuman keras. Kata kunci : Konsumsi minuman keras, Dampak konsumsi minuman keras, Peran teman sebaya