1196 Hasil Pencarian

Pemanfaatan Kandungan Saponin dari Ekstrak Limbah Kulit Petai (Parkia speciosa) sebagai Pestisida Nabati untuk Hama Kutu Daun(Aphidoidea) Pada Tanaman Cabai(Capsicum frutescens)

Penulis: Denindra labib fawwaz, Galuh Aryaguna

Cabai (Capsicum frutescens) adalah salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan manfaat kesehatan, seperti sebagai sumber capsaicin dan vitamin C. Namun, dalam proses penanamannya, tanaman cabai rentan terhadap serangan hama kutu daun (Aphidoidea), yang tidak hanya merusak jaringan tanaman tetapi juga berfungsi sebagai vektor penyebaran virus. Pengendalian hama biasanya dilakukan menggunakan pestisida kimia, tetapi penggunaan berlebihan dapat berdampak buruk pada lingkungan, seperti berkurangnya kesuburan tanah dan pencemaran air. Oleh sebab itu, dibutuhkan alternatif pengendalian hama yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Salah satu solusi yang disediakan adalah penggunaan ekstrak limbah kulit petai (Parkia speciosa) yang kaya akan senyawa saponin. Senyawa ini diketahui memiliki dampak beracun pada serangga dengan merusak sistem pernapasannya. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi pilihan pengganti pestisida alami untuk mengatasi serangan hama pada tanaman cabai secara efisien dan berkelanjutan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

LIMBAH KULIT JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth) SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MEMBASMI HAMA ULAT PELIANG DAUN PADA TANAMAN JERUK BALI

Penulis: Javier Rafa Pratama Salim, EM Nawwaf Adzka

Hama ulat peliang daun merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas tanaman jeruk bali (Citrus maxima). Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas limbah kulit jengkol (Pithecellobium lobatum Benth) sebagai pestisida nabati dalam membasmi hama ulat peliang daun pada tanaman jeruk bali. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu aplikasi pestisida nabati dari limbah kulit jengkol satu kali sehari dan dua kali sehari selama tujuh hari. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah ulat mati dan kondisi tanaman setelah aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit jengkol memiliki potensi sebagai pestisida nabati dengan tingkat efektivitas yang cukup tinggi dalam membunuh hama ulat peliang daun. Perlakuan dengan aplikasi dua kali sehari menunjukkan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan satu kali sehari, dengan rata-rata jumlah ulat mati yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan pestisida nabati dari limbah kulit jengkol tidak menunjukkan dampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman jeruk bali. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah kulit jengkol dapat dijadikan sebagai alternatif pestisida nabati yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan pestisida kimia dalam pengendalian hama ulat peliang daun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas jangka panjang serta dampaknya terhadap organisme bukan target dan ekosistem secara keseluruhan

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

?????????????????????? ???????? (Autism Odyssey) dengan Pendekatan Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak dengan Spektrum Autisme

Penulis: Amira Shadaa Azizah, Earlene Artanti

Anak dengan spektrum autisme umumnya mengalami kesulitan dalam menjalin interaksi sosial. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, baik bagi anak maupun lingkungan sekitarnya. Melalui karya tulis ini, penulis merancang sebuah game interaktif bernama Autism Odyssey dengan pendekatan visual yang disesuaikan dengan kebutuhan anak autis. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka serta wawancara langsung dengan guru dari sekolah luar biasa (SLB). Game dikembangkan menggunakan Unity Game Engine dengan sistem sederhana seperti drag and drop, tampilan visual yang sederhana, serta umpan balik positif yang memotivasi pemain. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa game ini berpotensi membantu anak autis dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial, terutama dalam mengenali emosi. Diharapkan game ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat untuk anak dengan kebutuhan khusus. Kata Kunci: autisme, game interaktif, visual, interaksi sosial, anak berkebutuhan khusus

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Ku-Bite: Kukis Buah Bit (Beta vulgaris L.) dengan Tambahan Gula Stevia sebagai Makanan Selingan untuk Mencegah Diabetes Mellitus

Penulis: Ziyadatul Khoiroh, Dona Faizatul Aliya

Penderita diabetes memerlukan pengaturan pola makan yang ketat, termasuk membatasi asupan gula sederhana. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan camilan sehat adalah dengan mengembangkan makanan selingan rendah gula dan tinggi serat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kukis berbahan dasar buah bit (Beta vulgaris L.) dengan pemanis stevia sebagai alternatif camilan sehat bagi penderita diabetes. Buah bit dipilih karena kandungan antioksidan dan seratnya yang tinggi, sedangkan stevia digunakan sebagai pengganti gula karena memiliki indeks glikemik nol dan tidak meningkatkan kadar gula darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi formulasi resep, pembuatan kukis, serta uji organoleptik dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kukis buah bit dengan stevia memiliki rasa yang dapat diterima oleh panelis dan kandungan gula yang jauh lebih rendah dibandingkan kukis konvensional. Dengan demikian, produk ini berpotensi menjadi makanan selingan fungsional yang aman dan bermanfaat bagi penderita diabetes. Kata kunci: buah bit, diabetes, kukis, stevia

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Potensi Ampas Tebu (Saccharum officinarum) dan Limbah Batang Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Bahan Pembuatan Plywood untuk Mendukung SDGs 2030

Penulis: Shira Narda Nawafa, Dea Maulina Zukhrufa

ABSTRAK Produksi tebu di Indonesia menghasilkan ampas yang cukup banyak, yaitu sekitar 6 juta ton per tahun. Selain itu, tanaman eceng gondok yang dikenal sebagai gulma lingkungan karena pertumbuhannya yang sangat cepat menyebabkan ketidakseimbangan pada ekosistem di perairan atau tempat tumbuh eceng gondok tersebut. Oleh karena itu, pada penelitian ini memanfaatkan ampas tebu dan eceng gondok sebagai bahan utama dalam pembuatan papan plywood. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi yang dipakai pada penelitian ini yaitu 3 variasi. Masing-masing bahan memiliki selisih 2 gram untuk ampas tebu halus pada variasi 1 sampai 3 dan batang eceng gondok halus pada variasi 1 hingga 3, 20 gram perekat urea formaldehida, juga 20 ml air. Keempat bahan tersebut dicampur dan dicetak pada cetakan kayu berukuran 7x5,5x1,5 cm kemudian dikeringkan di dalam oven dengan suhu berkisar 161-170o C. Standar penetapan uji plywood yaitu menggunakan standar JIS A 5908-2003. Pada hasil uji kerapatan JIS A 5908-2003 mensyaratkan bahwa nilai kerapatan papan partikel yang baik adalah 0,5-0,9 g/cm3, sedangkan untuk nilai hasil uji kadar air sebanyak 5-13%, uji pengembangan tebal nilai maximal-nya adalah 12%, untuk uji impak nilai minimalnya adalah 82 kg/cm2. Hasil dari masing-masing pengujian dapat disimpulkan bahwa pada uji kerapatan variasi 1 telah memenuhi standar JIS A 5908-2003 dengan hasil 0,5 g/cm3. Pada uji kadar air variasi 2 dan 3 memenuhi standar JIS A 5908-2003 dengan perolehan hasil variasi 2 sebesar 6,21% dan variasi 3 sebesar 5,96%. Pada uji pengembangan tebal ketiga variasi telah memenuhi standar JIS A 5908-2003, dengan hasil nilai pada variasi 1 sebanyak -0,91%, variasi 2 sebanyak -0,84%, dan variasi 3 sebanyak 0,68%. Sedangkan pada uji impak, variasi yang memenuhi standar JIS A 5908-2003 yaitu variasi 3 dengan nilai hasil sebanyak 7,16 Kj/m2.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Sirsak ( Annona Muricata L ) Sebagai Anti Bakteri Penyebab Eksim Kulit

Penulis: Zahra Misha Adiva, Sima Illiyati Wafira

Eksim adalah peradangan kulit kronis yang ditandai dengan ruam merah, gatal, dan sering muncul di area lipatan kulit, seperti siku dan belakang lutut. Penyebab eksim dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap eksim meliputi paparan tungau, debu rumah, iritasi, bakteri, serta kontak dengan air dan bahan kimia, terutama pada wanita yang lebih sering melakukan pekerjaan rumah tangga. Salah satu bakteri yang berperan dalam eksim adalah Staphylococcus aureus. Senyawa acetogenin Annonaceous, seperti annomuricine dan muricapentocin yang terdapat dalam daun sirsak (Annona muricata L.), diketahui memiliki sifat antibakteri yang dapat mendenaturasi protein sel bakteri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan efektivitas ekstrak daun sirsak sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, yang berperan dalam eksim kulit. Dalam penelitian ini, metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi senyawa aktif dari daun sirsak menggunakan pelarut metanol. Pengujian dilakukan dengan tiga formulasi, yaitu F0 (kontrol), F1, dan F2, untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun sirsak sebagai antibakteri. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik dan uji daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 dan F2 memiliki aktivitas antibakteri yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Uji organoleptik dan daya sebar juga menunjukkan bahwa kedua formulasi ini memenuhi standar efektivitas sebagai antibakteri. Dengan demikian, ekstrak daun sirsak berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam pengembangan produk antibakteri untuk pengelolaan eksim kulit. Kata kunci: Daun sirsak, Eksim, Gel, Staphylococcus aureus,Antibakteri

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Anti-RTB : Carbon Nanotube (CNT) Kulit Buanh Kapuk (Ceiba pentandra) sebagai Anti Radar dan Vest Anti Peluru dengan Anti-Thermal System

Penulis: Naura Salsabila, Regina Bunga Calista

Carbon Nanotube (CNT) merupakan salah satu teknologi nano yang digunakan di bidang teknologi. Tujuan dari penggunaan CNT adalah untuk mengetahui efektivitas Carbon Nanotube (CNT) kulit buah kapuk randu (Ceiba pentandra) untuk menyerap gelombang elektromagnetik pada rompi anti radar, mengetahui pengaruh ketebalan lapisan bahan Radar Absorbing Material (RAM) CNT kulit buah kapuk randu terhadap daya tahan peluru, mengetahui efektivitas rompi anti radar dan anti peluru dengan sistem anti thermal. Pada penelitian ini dilakukan analisis rompi anti peluru dan anti radar dengan sistem thermal yang terbuat dari Carbon nanotube kulit buah kapuk randu dengan metode sonikasi. Analisis CNT dilakukan dengan pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Fourier Transform InfraRed (FTIR). Simulasi anti peluru dilakukan dengan pengujian tembak, sampel komposit diuji dengan senjata FNC (Fabrique Nationale Carabine) dengan peluru berukuran 5,6 mm sejauh 15 meter. Pengujian sistem anti thermal dilakukan dengan menggunakan termometer infrared. Hasil pengujian didapat SEM didapatkan bentuk tabung dan pada FTIR didapatkan spektrum puncak vibrasi dengan bilangan gelombang 1615.06 cm-1 menunjukkan gugus fungsi C=C yang merupakan gugus dari cincin benzena untuk membentuk CNT. Dari perbandingan absorbansi CNT dan karbon aktif didapat penyerapan terbaik CNT pada panjang gelombang 1385 cm-1 dengan nilai absorbansi 0,9488 atau 94,88%. Hasil uji tembak didapat hambatan penetrasi tertinggi pada ketebalan 11 mm dengan persentase 100%. Pada sistem anti thermal didapat bahwa dibutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai suhu maksimal yaitu 9°C. Sistem Anti Thermal dapat menurunkan suhu CNT sebanyak 5°C. Kata Kunci : Carbon Nanotube (CNT), Kulit Kapuk Randu, Anti Peluru, Anti Thermal, Anti Radar, Rompi

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

REBUSAN AIR APEL DAN JAHE SEBAGAI UPAYA MERINGANKAN GEJALA VERTIGO

Penulis: Mochammad Haidar Abidullail, Raka Bintang Sandika

Vertigo adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya merasakan sensasi berputar atau melayang, sering kali disertai mual, muntah, serta kehilangan keseimbangan. Penanganan vertigo dapat dilakukan dengan obat medis maupun bahan alami, salah satunya rebusan air apel dan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas rebusan air apel dan jahe sebagai alternatif alami dalam meringankan gejala vertigo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melibatkan 20 responden yang mengalami vertigo ringan hingga sedang. Responden mengonsumsi rebusan apel dan jahe selama tujuh hari dengan dosis dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas pusing sebesar 56%, penurunan frekuensi mual sebesar 80%, dan pengurangan durasi serangan vertigo hingga 67% setelah konsumsi rutin. Kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe berperan sebagai antiinflamasi dan meningkatkan sirkulasi darah, sementara apel kaya akan antioksidan yang membantu menyeimbangkan tekanan darah. Kesimpulannya, rebusan air apel dan jahe dapat menjadi alternatif alami yang efektif dalam mengurangi gejala vertigo. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat hasil ini dengan jumlah responden yang lebih besar dan durasi yang lebih lama.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Ekstrak Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dalam Mengatasi Jerawat

Penulis: Athila Mazza Najaha Salim Ahmad, Muhammad Faisal Nurwindrajati

Jerawat merupakan penyakit kulit yang terjadi ketika pori pori kulit, tepatnya folikel rambut, tersumbat oleh kotoran, debu, minyak, atau sel kulit. Akibatnya, terjadi peradangan pada pori pori tersebut dan bisa juga disertai infeksi. Tingkat terjadinya jerawat pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita, yaitu berkisar 95%-100% pada pria dan 83%-85% pada wanita. Faktor yang berperan dalam terjadinya jerawat adalah adanya pertumbuhan koloni bakteri penyebab jerawat dan inflamasi yang umumnya dipicu oleh beberapa jenis bakteri seperti Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus epidermidis (Fissy dkk, 2014). Obat anti jerawat yang sering diberikan kepada penderita adalah Vitacid Cream. Adanya efek samping terhadap penggunaan obat jerawat, maka diperlukan bahan alami sebagai alternatif dalam mengatasi jerawat yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan diharapkan mempunyai efek samping sedikit. Salah satu bahan alternatif yang dapat dijadikan sebagai obat dalam mengatasi jerawat adalah tumbuhan sirih cina (Peperomia pellucida L.) yang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. (Angelina dkk, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dalam mengatasi jerawat dan mengetahui formulasinya yang tepat untuk digunakan sebagai obat jerawat. Langkah kerja pada penelitian ini meliputi persiapan sampel, ekstraksi daun sirih cina, fraksinasi dan dilakukan pengucian secara fitokimia dan uji aktivitas antibakteri. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih cina mampu menghambat pertumbuhan bakteri sebesar 7,5% dengan diameter zona hambat rata-rata 13,70 mm yang tergolong zona hambat dengan kekuatan lemah. Kata Kunci : Jerawat, Obat Jerawat, Daun Sirih Cina, Bakteri Propionibacterium acnes

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PENGGUNAAN EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L) SEBAGAI TONER ANTI JERAWAT

Penulis: Selfia Dewi Rahmania, Mayyada Arif Rohmnaniyah

Jerawat adalah masalah kulit umum, terutama pada remaja dan dewasa muda, yang disebabkan oleh peningkatan produksi sebum, kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes, serta faktor hormonal. Pengobatan konvensional sering menggunakan obat sintetik yang dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi dan resistensi antibiotik. Sebagai alternatif, ekstrak buah pare (Momordica charantia L) yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang menunjukkan potensi antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dalam toner ekstrak pare guna menghambat timbulnya jerawat di wajah. Ekstrak buah pare diformulasikan sebanyak dua formula dengan variasi konsentrasi Polisorbat 20, yaitu 5% dan 5,65%. Kemudian, dilakukan uji stabilitas dengan metode cycling test selama12 diikuti dengan evaluasi organoleptis dan homogenitas sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formula toner yang diuji stabil, memiliki bentuk cair, berwarna coklat jernih, dan bau khas mawar, serta homogen. Selain itu, toner yang mengandung ekstrak buah pare memiliki zona hambat yang signifikan terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes, tanpa menyebabkan iritasi pada kulit. Berdasarkan temuan ini, ekstrak buah pare berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam produk perawatan kulit untuk mengatasi jerawat serta membuka peluang pengembangan produk kosmetik berbasis bahan alami. Kata kunci : Ekstrak buah pare, jerawat, Propionibacterium acnes, polisorbate 20, stabilitas, toner wajah

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail