1196 Hasil Pencarian
Hair Mask untuk Mengatasi Rambut Kering dari Biji Alpukat (Persea americana) dan Wortel (Daucus Carota L.)
Penulis: Mytha Rahma Aulia, Arinda Zahra Violina Hidayat Putri
Rambut berfungsi penting dalam melindungi makhluk hidup dari suhu ekstrem dan sinar ultraviolet. Namun, kebiasaan buruk dalam perawatan rambut dapat merusak kesehatan rambut. Faktor seperti penggunaan bahan kimia, sinar matahari, polusi, dan ketombe dapat menyebabkan masalah rambut, termasuk rambut kering. Rambut yang sehat dan indah meningkatkan rasa percaya diri, baik untuk pria maupun wanita. Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat kini beralih ke bahan alami. Biji alpukat dipercaya mengandung banyak nutrisi yang baik untuk rambut dan mudah didapat. Alpukat berasal dari Amerika Tengah dan dapat tumbuh baik di Indonesia. Di samping itu, wortel juga dikenal dapat menutrisi rambut dan memperkuat jaringan tempat tumbuhnya rambut. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan hair mask menggunakan biji alpukat dan wortel untuk mengatasi rambut kering. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan pengujian organoleptis untuk menilai ukuran, tekstur, aroma, dan warna hair mask. Wortel dan biji alpukat akan dipotong, dikeringkan, dan dihaluskan. Tiga sampel hair mask akan dibuat dengan rasio berbeda antara biji alpukat dan wortel. Hasil dari penelitian sampel A (10 gram:5 gram) dengan kondisi rambut agak lembut, sampel B (5 gram:10 gram) dengan kondisi rambut agak lembut, serta sampel C (7,5 gram:7,5 gram) dengan kondisi rambut lembut. Hal ini menunjukkan perubahan terhadap kondisi rambut, hair mask dalam mengatasi rambut kering. Selain itu, pengujian akan dilakukan untuk menilai keadaan fisik, aroma, tekstur, dan warna hair mask. Kekuatan aroma dan tekstur produk juga akan diperhatikan untuk menentukan formulasi yang paling efektif dalam melembutkan rambut. Kata Kunci: Biji Buah Alpukat, Hair Mask, Rambut Kering, Wortel
Uji Organoleptik Sediaan Obat Totol Jerawat dari Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Penulis: Tauruno Tri Zulfadhly, Ar Razzaq Surya Aji
Jerawat merupakan peradangan kronik pada unit pilosebaseus yang umumnya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan dapat berdampak secara fisik maupun psikologis. Penggunaan antibiotik sintetis sebagai obat jerawat dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit, resistensi bakteri, serta gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pengobatan alami yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis (organoleptis dan pH) dari sediaan obat totol jerawat yang diformulasikan menggunakan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tahapan pengolahan sampel ekstrak, formulasi gel obat totol, serta uji organoleptis dan uji pH selama 7 hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sediaan gel memiliki warna kekuningan, tekstur gel yang stabil, dan perubahan aroma mulai hari ke-4. Sementara itu, uji pH menunjukkan hasil konstan pada pH 10, yang mengindikasikan sifat basa dan berpotensi menyebabkan kulit kering jika digunakan secara berlebihan. Kesimpulannya, sediaan obat totol dari ekstrak kulit buah naga menunjukkan stabilitas fisik yang baik, namun perlu dilakukan optimasi pH agar sesuai dengan kondisi fisiologis kulit. Kata kunci: jerawat, Propionibacterium acnes, ekstrak kulit buah naga, obat totol, organoleptis, pH.
Uji Efektivitas Media Tanam pada Pertumbuhan Tanaman Kangkung
Penulis: Almira Lucida Salma Devina Habbib
Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Pemilihan media tanam yang tepat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kangkung pada media tanah dan hidroponik berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, serta kualitas hasil panen,serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kedua media tanam tersebut.Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hidroponik unggul dalam efisiensi penggunaan air, ketersediaan nutrisi yang lebih optimal, serta pertumbuhan dan hasil panen yang lebih baik dibandingkan dengan media tanah. Namun, media tanah tetap menjadi pilihan yang lebih ekonomis dan mudah diakses oleh petani tradisional. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas media tanam meliputi ketersediaan nutrisi, aerasi, daya serap air, serta pengaruh lingkungan seperti suhu dan kelembapan.Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa pemilihan media tanam harusdisesuaikan dengan kondisi budidaya, sumber daya yang tersedia, serta tujuan produksi agar diperoleh hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Bahaya Istidraj bagi Para Pendosa dalam Kehidupan Sosial Muslim
Penulis: Gilang Daris Ramadhani, Syihab Dhiya Annadawi
Fenomena istidraj menjadi isu penting dalam kehidupan sosial muslim, terutama karena dampak negatifnya terhadap individu dan masyarakat. Istidraj adalah bentuk kenikmatan duniawi yang diberikan Allah Swt. kepada seseorang yang terus melakukan dosa tanpa menyadarinya sebagai ujian. Karya tulis ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik pendosa yang terjebak dalam istidraj, dampak istidraj terhadap kehidupan sosial, serta pandangan masyarakat terhadap para pendosa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis kajian literatur, analisis ini menemukan bahwa istidraj dapat mengaburkan nilai-nilai moral, merusak harmoni sosial, dan melemahkan kontrol sosial. Individu yang mengalami istidraj sering kali dipandang sebagai simbol keberhasilan duniawi, sehingga menciptakan ilusi kesuksesan yang menyesatkan. Hal ini berpotensi mengubah pola pikir masyarakat menjadi materialistis dan permisif terhadap pelanggaran norma. Selain itu, kesalahpahaman terhadap konsep istidraj dapat mendorong masyarakat untuk mengidolakan perilaku dosa, sehingga memperlemah nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui edukasi agama yang komprehensif, pembinaan akhlak, dan peran aktif tokoh agama serta pemimpin masyarakat, diharapkan masyarakat dapat memahami bahaya istidraj dan mencegah dampaknya. Kesadaran kolektif diperlukan untuk menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pertobatan dan perbaikan diri, sehingga nilai-nilai agama dapat dijaga dan harmoni sosial dapat terwujud. Kata kunci: Istidraj, pendosa, kehidupan sosial, nilai moral, harmoni sosial
Pengaruh Circle Friendship terhadap Konsistensi Ibadah Siswa : Studi Kasus Pembiasaan Sholat Dzuhur Berjamaah di MAN 2 Kudus
Penulis: Syafrina Hazirotul Qudsiyah, Rizkia Intan Nuraini
Sholat berjamaah memiliki keutamaan dalam Islam, terutama dalam membentuk kedisiplinan dan nilai keagamaan siswa. Namun, tidak semua siswa konsisten dalam menjalankannya, yang dapat dipengaruhi oleh circle friendship atau lingkaran pertemanan. Lingkungan pergaulan berperan penting dalam membentuk kebiasaan ibadah seseorang, baik dalam memberikan dukungan positif maupun tantangan yang menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh circle friendship terhadap kebiasaan sholat Dzuhur berjamaah di MAN 2 Kudus, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan teman dalam ibadah, serta mengungkap kendala yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa circle friendship berperan signifikan dalam membentuk kebiasaan sholat berjamaah melalui dukungan sosial, norma kelompok, dan motivasi eksternal. Faktor utama yang memengaruhi keterlibatan teman dalam ibadah meliputi lingkungan sosial, kesadaran individu, serta dorongan dari guru dan orang tua. Dukungan teman sebaya dapat meningkatkan konsistensi ibadah, sementara pengaruh negatif pergaulan dapat melemahkan kebiasaan ini. Namun, tantangan seperti kurangnya motivasi pribadi, pengaruh lingkungan yang kurang mendukung, serta kesibukan akademik masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, strategi dalam membangun circle friendship yang positif diperlukan untuk meningkatkan konsistensi ibadah siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam merancang program pembiasaan ibadah yang lebih efektif di sekolah, sehingga siswa lebih konsisten menjalankan sholat berjamaah, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Belanja Online terhadap Pola Konsumsi Santri Putri Pondok Pesantren Yasin Sunggingan Kota Kudus
Penulis: Evita Maharani, Noviana Eka Astanti
abstrak
Tradisi Budaya Meron terhadap Solidaritas masyarakat Sukolilo Pati
Penulis: Ramadhan kukuh dwi okya kurniawan, Muhammad Imam Rizqi
Budaya Meron merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang memiliki akar kuat di masyarakat Jawa, khususnya di Pati, Jawa Tengah. Tradisi ini dikenal sebagai salah satu festival untuk merayakan aspek religius dan sosial dengan cara yang khas, melibatkan berbagai upacara, pertunjukan, dan ritual yang memiliki makna mendalam bagi komunitasnya. Budaya Meron, yang mengintegrasikan elemen-elemen keagamaan dengan tradisi lokal, telah menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat di wilayah Pati. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Tradisi Budaya Meron mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial di Desa Sukolilo, Kabupaten Pati? 2. Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat pelestarian tradisi budaya Meron dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat? 3. Bagaimana peran masyarakat dan pemerintah dalam memepertahankan Tradisi Budaya Meron sebagai sarana penguatan solidaritas sosial? C. Tujuan Penelitian 1. Mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan sosial yang mengalami peningkatan Partisipasi masyarakat setelah Tradisi Budaya Meron dilaksanakan . 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan Tradisi Budaya Meron dan dampaknya terhadap solidaritas sosial. 3. Menganalisis peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan Tradisi Budaya Meron.
Pengaruh Teknologi Terhadap Proses Belajar Santri di Pondok Pesantren Yasin Kudus
Penulis: Muhammad Addinta Ikmaliza, Muhammad Daffa Agassi
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi terhadap proses belajar santri di Pondok Pesantren Yasin Kudus. Seiring berkembangnya zaman, integrasi teknologi dalam pendidikan telah menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan, termasuk di lingkungan pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi seperti smartphone, laptop, dan akses internet memberikan dampak positif dalam mendukung pembelajaran santri, terutama dalam mencari referensi kitab, mengakses kajian daring, dan memperluas wawasan keilmuan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan seperti kurangnya kontrol terhadap konten yang diakses serta potensi distraksi yang dapat mengganggu fokus belajar. Dengan pendekatan yang tepat, pemanfaatan teknologi di pesantren dapat meningkatkan efektivitas belajar santri tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini merekomendasikan adanya kebijakan penggunaan teknologi yang bijak dan pengawasan aktif dari pihak pengasuh pesantren.
Dakwah Modern: Efektivitas Media Sosial sebagai Sarana Dakwah Generasi Milenial
Penulis: Avanda Putra Suwardi, Muhammad Arsya Maulana Asyafiq
Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam penyampaian dakwah Islam. Generasi milenial yang lekat dengan dunia digital cenderung lebih responsif terhadap dakwah yang disampaikan melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media sosial—khususnya TikTok, Instagram, dan YouTube—sebagai sarana dakwah yang sesuai dengan karakteristik generasi milenial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi terhadap konten dakwah di ketiga platform tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media sosial ini memiliki daya jangkau yang luas serta mampu menyampaikan pesan dakwah secara visual, ringkas, dan menarik. Gaya penyampaian yang santai, pendekatan personal, serta penggunaan tren digital menjadi faktor penting dalam menarik minat audiens muda. Meskipun demikian, dakwah melalui media sosial juga menghadapi tantangan seperti penyebaran konten yang tidak terverifikasi dan kurangnya pendalaman materi. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang inovatif namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh generasi milenial. Kata kunci: dakwah modern, TikTok, Instagram, YouTube, generasi milenial, media sosial
Rokok dalam Pandangan Hukum Islam: Perspektif Para Ulama dan Ahli Kesehatan
Penulis: Nuzad Ahmad Nafuz, Muhammad Alauddin Wafi
Pondok pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan karakter santri, di mana kyai berperan sebagai figur utama dalam membimbing, mendidik, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pondok Pesantren Yasin (Ponpes Yasin) merupakan Pondok Pesantren yang terletak di kelurahan Sunggingan, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kyai dalam pengembangan karakter santri di Pondok Pesantren Yasin. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai berperan sebagai pendidik, pembimbing spiritual, serta panutan dalam aspek moral dan sosial. Strategi yang digunakan dalam pembinaan karakter santri meliputi keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan ibadah dan kedisiplinan, serta penyampaian nasihat melalui tausiyah dan interaksi langsung. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan latar belakang santri dan pengaruh teknologi, kyai tetap mampu menerapkan metode pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter santri yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya peran kyai dalam pendidikan karakter serta relevansinya dalam menghadapi tantangan era modern. Kata Kunci: Rokok,para ulama,ahli kesehatan