1196 Hasil Pencarian

Identifikasi In Silico Kandidat Obat Senyawa Eugenol dari Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Penghambat Enzim Asetilkolineterase (AChE) pada Penyakit Alzheimer

Penulis: Nabilla Salisa Azzahroh, Laila Alivia Tsani

Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif disebabkan oleh faktor terjadinya penurunan ikatan reseptor dengan neuron kolinergik pada area otak spesifik dan penurunan neurotransmisi yang dimediasi asetilkolin. Penurunan ini terjadi karena sel-sel saraf (neuron) di bagian otak yang terlibat dalam fungsi kognitif telah rusak dan tidak lagi berfungsi normal. Pada neuro patologi penyakit Alzheimer, neuron dan atrofi di korteks temporofrontal hilang yang menyebabkan terjadinya inflamasi. Senyawa dengan aktivitas inhibitor AChE diketahui merupakan kandidat obat yang menjanjikan untuk mengobati Alzheimer, antara lain yaitu eugenol. Cengkeh (Syzygium aromaticum) telah dilaporkan memiliki kandungan eugenol yang bersifat antioksidan dan anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa eugenol cengkeh (Syzygium aromaticum) dan turunannya sebagai kandidat obat penghambat enzim Asetilkolinesterase (AChE) pada penyakit Alzheimer menggunakan metode komputasi yaitu molecular docking. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak PyRx 0.8 untuk simulasi penambatan molekuler serta situs SwissADME dan PreADMET untuk menentukan drug likeness serta profil ADMET ligan uji. Enzim AChE dengan nomor PDB ID:6O4W dan native ligand Donepezil. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga belas senyawa eugenol dan turunannya, dehydrodiisoeugenol memiliki nilai Binding Affinity dan nilai RMSD terbaik yaitu -10,6 dan 1,13. Senyawa turunan eugenol yang berpotensi sebagai kandidat obat Alzheimer diantaranya Dehydrodiisoeugenol, 1’- Acetoxyeugenol acetate, Pseudoisoeugenol 2-methylbutanoate, dan cis- Isoeugenol Z-Isoeugenol. Hasil Tes Ames menunjukkan hanya Dehydrodieugenol yang bersifat non-mutagen. Seluruh senyawa turunan eugenol dapat menyebabkan karsinogenik pada tikus atau mencit.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Inovasi Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Dengan Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata)

Penulis: Zaskia Anindia Poespita Putri, Ken Sasikirana Yuwono

Inovasi sabun cair pembersih kewanitaan dengan ekstrak daun Kirinyuh merupakan langkah maju dalam pengembangan produk perawatan organ intim wanita yang aman, alami, dan efektif. Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) dikenal memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, antiinflamasi, serta antioksidan. Kandungan-kandungan ini memberikan perlindungan alami terhadap pertumbuhan mikroorganisme berbahaya, menjaga kelembapan alami, serta membantu mengatasi iritasi ringan yang kerap terjadi di area kewanitaan. Pemanfaatan ekstrak daun Kirinyuh dalam sabun pembersih kewanitaan juga mencerminkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang melimpah dan belum banyak dioptimalkan. Hal ini mendukung prinsip pengembangan produk yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mendukung pemberdayaan tanaman obat asli Indonesia. Selain itu, penggunaan bahan alami seperti daun Kirinyuh memberikan alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan produk yang mengandung bahan kimia sintetis yang berisiko menyebabkan iritasi atau ketidakseimbangan flora normal pada area intim. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen akan produk yang higienis dan efektif, tetapi juga menonjolkan nilai tambah dari segi kesehatan, kelestarian lingkungan, dan pemanfaatan kekayaan hayati lokal. Jika dikembangkan lebih lanjut dengan uji klinis, standarisasi formulasi, dan pengemasan yang tepat, sabun cair dengan ekstrak daun Kirinyuh memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar produk kewanitaan, baik secara nasional maupun global.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Campuran Teh Hitam (Camelia sinensis L.) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Penyakit Kolesterol dan Obesitas

Penulis: Muhammad Najwan Nurussalam, Irhamna Ramadhan Al Ahsanu

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh campuran teh hitam (Camellia sinensis L.) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap kadar kolesterol dan berat badan. Teh hitam dan jeruk nipis dipilih karena memiliki kandungan senyawa aktif yang diduga dapat menurunkan kolesterol dan mendukung penurunan berat badan. Penelitian dilakukan dengan melibatkan dua responden yang mengonsumsi campuran teh hitam dan jeruk nipis selama lima hari berturut-turut. Penurunan kadar kolesterol diukur menggunakan tes kolesterol darah, sementara perubahan berat badan dicatat setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran teh hitam dan jeruk nipis mampu menurunkan kadar kolesterol, dengan penurunan sebesar 10% pada responden pertama dan 8,7% pada responden kedua. Selain itu, responden pertama mengalami penurunan berat badan sebesar 2,7%, sedangkan responden kedua mengalami penurunan sebesar 0,7%. Meskipun hasil penelitian menunjukkan perubahan yang signifikan, penurunan tersebut masih terbatas dalam jangka waktu lima hari. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan durasi yang lebih panjang dan jumlah responden yang lebih banyak untuk memastikan efektivitas campuran ini dalam mengatasi masalah kolesterol dan obesitas secara lebih luas. Penelitian ini memberikan bukti awal bahwa campuran teh hitam dan jeruk nipis dapat menjadi alternatif alami yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Sereh ( Cymbopogon nardus ) sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Lilin Aromaterapi Bagi Santriwati di Pondok Pesantren Nurul Furqon Prambatan Kudus

Penulis: Alfyya Luthfyya Fitri, Gadis Ecsilia

Aromaterapi adalah istilah genetik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif menggunakan cairan tumbuhan yang mudah menguap, dikenal sebagai esensial oil, dan senyawa aromatik lainnya dari tumbuhan. Aromaterapi sereh merupakan aromaterapi yang berasal dari rempah-rempah. Aromaterapi memberikan efek relaksasi dan penyembuhan. Namun, penelitian mengenai pemanfaatan sereh sebagai bahan tambahan dalam lilin aromaterapi masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan lilin aromaterapi dengan bahan tambahan sereh, membandingkan ciri-ciri lilin aromaterapi dengan tambahan sereh dan tanpa tambahan sereh, serta mengetahui perbandingan konsentrasi formulasi ekstrak sereh yang paling disukai responden sebagai aromaterapi. Membuat ekstrak sereh yaitu dengan cara bubuk sereh 2-3 sendok dicampurkan dengan etanol di botol kemudian ditutup rapat selama 2 hari. Satu hari dibuka dan diaduk kemudian ditutup kembali sampai 2 hari, setelah itu disaring menggunakan kertas saring. Penelitian ini dilakukan dengan membuat lilin aromaterapi dengan ekstrak sereh sebanyak 10, 20, dan 30 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan 30 ml ekstrak sereh paling disukai karena memiliki bau yang menyengat, menyegarkan, dan tekstur yang padat dibandingkan dengan formulasi 10 ml dan 20 ml. Kata kunci: Ekstrak Sereh, Lilin Aromaterapi, Pengobatan Alternatif

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

“GRANGULATE : Efektivitas Minuman Herbal Kombinasi Ekstrak Kulit Delima (Punica granatum) dan Buah Ciplukan (Physalis angulate l.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol (LDL) Pada Wanita Hiperkolesterolemia”

Penulis: Hanifah Lathifah Haqqu, Faza Najwa Azizah

Hiperkolesterolemia, khususnya peningkatan kadar kolesterol LDL, merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, terutama pada wanita obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas Grangulate, sebuah minuman herbal berbentuk bubuk yang diformulasikan dari kombinasi ekstrak kulit delima (Punica granatum) dan buah ciplukan (Physalis angulata L.), dalam menurunkan kadar kolesterol LDL pada wanita dengan hiperkolesterolemia. Metode yang digunakan meliputi formulasi beberapa perbandingan konsentrasi ekstrak kedua bahan, serta uji efektivitas melalui pendekatan eksperimental terhadap subjek wanita obesitas dengan kadar LDL tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimal ekstrak kulit delima dan buah ciplukan secara signifikan mampu menurunkan kadar kolesterol LDL. Formulasi Grangulate yang paling efektif mengandung perbandingan konsentrasi 5 : 1 yang menunjukkan hasil penurunan LDL paling tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Grangulate berpotensi menjadi alternatif pengobatan herbal yang efektif dan aman dalam membantu mengatasi hiperkolesterolemia pada wanita obesitas. Kata kunci: Grangulate, hiperkolesterolemia, kulit delima, ciplukan, kolesterol LDL, minuman herbal.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Pestisida nabati terhadap Hama Kutu Putih (Phenacoccus manihoti ) pada Tanaman Kopi (Coffea)

Penulis: Wardatul Khoir, Elva Chasna Amalia

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama kutu putih (Phenacoccus manihoti) pada tanaman kopi (Coffea). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dilakukan selama 4 minggu di kebun kopi di Dawe, Kudus. Ekstrak bawang putih dibuat dengan konsentrasi berbeda (50 ml, 100 ml, 150 ml, dan 200 ml) dan diaplikasikan secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih efektif mengurangi populasi hama kutu putih, dengan tingkat kematian mencapai 95% pada konsentrasi tertinggi (200 ml). Senyawa aktif seperti allicin dan aliin dalam bawang putih berperan sebagai insektisida alami yang mengganggu sistem saraf hama. Keunggulan pestisida nabati ini antara lain ramah lingkungan, mudah terurai, dan aman bagi manusia serta hewan non-target. Kendala utama adalah daya tahan ekstrak yang singkat, sehingga diperlukan aplikasi ulang secara berkala. Penelitian ini memberikan solusi alternatif bagi petani kopi dalam mengendalikan hama secara berkelanjutan, mendukung program Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Kata kunci: bawang putih, pestisida nabati, hama kutu putih, tanaman kopi, pengendalian hama.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

SERAKIT : Sedotan Purun (Lepironia articulata) Paper Kit Biodegradable dari Antosianin Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Uji Indikator Sakarin pada Minuman Kekinian

Penulis: Ashiilah Nafiisah Budiyanto, Dunata Ratna Faridah

Pemanis sintetis seperti sakarin banyak digunakan dalam industri minuman kekinian karena harganya yang terjangkau, meskipun berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan SERAKIT (Sedotan Purun Paper Kit Biodegradable) berbahan dasar tanaman purun (Lepironia articulata) dan antosianin dari ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai indikator alami pendeteksi sakarin dalam minuman. Metode penelitian meliputi ekstraksi antosianin dari bunga telang menggunakan maserasi dengan etanol 95% dan HCl 1%, pembuatan paper kit, serta uji efektivitasnya terhadap sampel minuman teh. Hasil menunjukkan bahwa antosianin dalam paper kit mampu mendeteksi sakarin melalui perubahan warna menjadi merah muda/merah, dengan waktu reaksi optimal 3 menit. Sedotan purun yang dilengkapi paper kit ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berpotensi sebagai solusi praktis untuk mendeteksi pemanis sintetis secara visual. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan produk biodegradable yang mendukung kesehatan konsumen dan keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: Sedotan purun, antosianin, bunga telang, sakarin, biodegradable, indikator alami.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

E-GEN (Eco-Friendly Detergent) Inovasi Detergen Alami dari Kombinasi Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) dan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum Linn.)

Penulis: Su'aida Faza Aulia, Davina Reviyani Anandita

ABSTRAK Peningkatan konsumsi detergen berbasis bahan kimia di Indonesia berkontribusi terhadap pencemaran air, terutama akibat kandungan surfaktan dan senyawa fosfat yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan detergen ramah lingkungan berbasis bahan alami, yaitu ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum Linn.), yang dikenal memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan tanin sebagai surfaktan alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan formulasi tiga variasi detergen cair, serta pengujian fitokimia, organoleptik, pH, tinggi busa, stabilitas busa, volume sedimentasi, dan toksisitas terhadap lingkungan. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak belimbing wuluh dan daun kemangi mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai pembersih alami. Uji formulasi menunjukkan bahwa Formula 3 merupakan formulasi terbaik dengan stabilitas busa tertinggi (90%), tidak mengalami sedimentasi (F=1), dan memiliki pH 9, sesuai standar SNI dan aman bagi kulit. Uji toksisitas menunjukkan bahwa E-GEN tidak menyebabkan kematian ikan dalam 48 jam pengujian, berbeda dengan detergen konvensional yang menunjukkan efek toksik tinggi. Kesimpulannya, detergen cair E-GEN memiliki potensi sebagai alternatif detergen ramah lingkungan yang efektif membersihkan noda tanpa merusak ekosistem perairan. Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan daya cuci dan memastikan keamanan jangka panjang bagi pengguna. Kata Kunci: Detergen alami, Belimbing Wuluh, Daun Kemangi, Surfaktan, Pencemaran air.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) Sebagai Penyembuh Luka Bakar

Penulis: Idkham Noor Nufa, Danendra Dewani Lokatara

Luka bakar (Vulnus combustion) merupakan cedera jaringan yang dapat menyebabkan kerusakan kulit serius dan membutuhkan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Penggunaan bahan alami, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) menjadi alternatif pengobatan yang potensial karena kandungan senyawa yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas salep berbahan dasar ekstrak daun pepaya terhadap proses penyembuhan luka bakar. Kandungan dalam daun papaya,yakni saponin diketahui berperan penting dalam merangsang pembentukan kolagen yang dibutuhkan untuk memicu regenerasi jaringan kulit. Dalam penelitian ini, luka bakar dibuat secara terkontrol pada punggung mencit, kemudian dilakukan pemberian salep ekstrak daun pepaya dengan 4 kali perlakuan selama 14 hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa salep ekstrak daun pepaya mempercepat proses penyembuhan luka, ditandai dengan peningkatan pembentukan jaringan reepitelisasi dan deposisi kolagen yang lebih baik. Penurunan luka bakar tertinggi terjadi pada F2 yang menggandung 34% ekstrak daun papaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa saponin dalam ekstrak daun pepaya berkontribusi dalam mempercepat proses penyembuhan luka bakar melalui mekanisme stimulasi pembentukan kolagen dan dari hasil yang diperoleh, salep ekstrak daun pepaya berpotensi dikembangkan sebagai salep alami yang dapat menjadi alternatif bagi salep kimia yang berisiko terhadap kesehatan kulit manusia. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi, meningkatkan stabilitas ekstrak, serta memastikan keamanannya terhadap organisme lainnya. Kata kunci: daun pepaya, kolagen, luka bakar, penyembuhan luka, saponin

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Uji Daya System Filtering Kendaraan Bermotor Berbahan Kulit Nanas (Ananas comosus) untuk Emisi CO2 (Carbon Dioxide)

Penulis: Fenny Vatmia Tari, Chyntia Elvia Samahitha

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sistem filtrasi berbahan kulit nanas (Ananas comosus) dalam menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) dari kendaraan bermotor. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor transportasi di Indonesia tumbuh 21,27 persen pada kuartal kedua 2022, berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional meskipun menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Namun, sektor ini juga menjadi penyebab utama pencemaran udara, dengan CO2 sebagai salah satu polutan utama yang berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan. Kulit nanas mengandung serat selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai filter untuk menyaring emisi CO2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sederhana di Laboratorium Olimpiade dan Sains Terpadu MAN 2 Kudus dari Januari hingga Juni 2024. Alat dan bahan yang digunakan mencakup filter kulit nanas, karbon aktif, dan alat pengukur konsentrasi CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan filter berbahan kulit nanas dapat menurunkan konsentrasi CO2 secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa limbah kulit nanas tidak hanya dapat mengurangi emisi CO2 tetapi juga dapat disintesis menjadi selulosa asetat yang berguna dalam pembuatan membran untuk meningkatkan kualitas air. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap upaya pengurangan pencemaran udara dan pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan. Kata Kunci:Kulit Nanas, Emisi CO2, Filter Kendaraan Bermotor

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail