1196 Hasil Pencarian
Pesta Lomban: Tradisi Sedekah Laut Larung Kepala Kerbau di Jepara sebagai Upaya Berdamai Dengan Alam
Penulis: Muhammad Farid Aufa, Muhammad Yusuf Kurniawan
Tradisi budaya lokal merupakan aset penting dalam membangun identitas dan harmoni antara manusia dan alam. Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah Pesta Lomban atau tradisi sedekah laut larung kepala kerbau yang dilakukan oleh masyarakat pesisir Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk menggali asal-usul, persyaratan pelaksanaan, serta manfaat dari tradisi tersebut, khususnya dalam konteks sosial, budaya, spiritual, dan ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tokoh adat, masyarakat pesisir, hingga generasi muda yang terlibat langsung dalam prosesi ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang mengakar kuat dalam masyarakat Jepara, dilaksanakan sebagai bentuk syukur kepada alam setelah bulan puasa. Ritual ini memiliki makna simbolik yang dalam, mulai dari pelarungan kepala kerbau hingga festival rakyat. Selain memperkuat solidaritas sosial dan memperkaya nilai spiritual masyarakat, tradisi ini juga memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui peningkatan kesadaran ekosistem laut. Pesta Lomban juga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Tradisi ini menjadi cerminan harmonisasi antara budaya lokal dan alam dalam kehidupan masyarakat pesisir.
EKSPLOITASI ANAK JALANAN SEBAGAI GELANDANGAN DAN PENGEMIS (GEPENG) OLEH KELUARGA DI LAMPU MERAH PASAR BITINGAN KUDUS
Penulis: Siska Andini, Maghfira Aulia Nisa
Setiap anak memiliki hak asasi sejak dilahirkan, sehingga orang lain tidak boleh merampas berbagai hak anak seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 tahun 2002 bab III pasal 4 sampai pasal 19 tentang hak anak. Untuk mewujudkan itu, salah satu upaya dapat ditempuh melalui pendidikan dan perlindungan anak dengan memberikan jaminan pemenuhan hak-haknya. Banyak fenomena anak yang menjadi pengemis dan gelandangan di daerah lampu merah, Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus. Hal itu tentunya menjadi pusat perhatian Dinas Perlindungan Anak dan Dinas Sosial. Banyak anak di bawah umur dimanfaatkan oleh orang dewasa untuk menjadi pengemis. Sebenarnya, anak jalanan merupakan bagian anak bangsa Indonesia. Kita semua pernah mendengar masalah anak dibawah umur yang mendapat perlakuan tidak layak hanya demi mendapatkan sebungkus nasi. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28B dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Pasal 13 ayat (1) menegaskan bahwa anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan penganiayaan, ketidakadilan, dan perlakuan salah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai akar permasalahan yang dialami GEPENG (Gelandangan dan Pengemis), dan untuk mengedukasi mengenai pendidikan karakter terkait kebijakan pemerintah terhadap anak jalanan sebagai korban eksploitasi anak. Peniliti melakukan penelitian dengan judul Eksploitasi Anak Jalanan Sebagai Gelandangan dan Pengemis di Lampu Merah Pasar Bitingan Kudus..Penelitian ini berlokasi di lampu merah Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah dan berdasarkan pertimbangan masyarakat yang menjadi pengemis dengan menjadi gelandangan di daerah lampu merah Pasar Bitingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan Teknik analisis data. Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif fenomena anak jalanan di lampu merah Pasar Bitingan Kabupaten Kudus.
“AKU KUAT, MESKI TANPA AYAH”: KECERDASAN EMOSIONAL ANAK YATIM TERHADAP PERAN SEORANG AYAH DI PANTI ASUHAN SAMSAH MUHAMMADIYAH KUDUS
Penulis: Kayla zidna khairrany almubarok, Jihan Syifa Alnayyara
ABSTRACT This study aims to reveal the perceptions of fatherless children living in orphanages towards the father figure in the family. The loss of a father figure for children causes many problems and negative impacts on the child's growth and development. Orphanages actually provide a place as a new family and caregiver to replace the role of parents who are lost in the child's life. However, the design of a child care system must be in line with the child's needs, namely through the expression of their perceptions of their father figure. The method used is qualitative with a phenomenological approach, through the child's communication process in the form of pictures with the theme of "father". The participants were teenagers aged 13-15 years, with an orphan background who lived in an orphanage. The results of this study found that children still consider the father figure to be out there, and not the caregiver in the orphanage. The father is considered as someone in the family who is quite far away from the children, the father is a parent who is not dominant in his family. Keywords: Perception, Teenagers; Father; Orphanage ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi anak fatherless yang tinggal di panti asuhan terhadap sosok ayah dalam keluarga. Hilangnya sosok ayah bagi anak, menyebabkan banyak permasalahan dan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Panti asuhan sejatinya memberikan wadah sebagai keluarga baru dan pengasuh sebagai ganti peran orang tua yang hilang dalam hidup anak. Namun, perancangan sistem pola asuh anak harus sejalan dengan kebutuhan anak, yaitu melalui ungkapan persepsi mereka terhadap sosok ayahnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui proses komunikasi anak berupa gambar bertema "ayah". Pesertanya adalah remaja berumur 13-15 tahun, latar belakang yatim yang tinggal di suatu panti asuhan. Hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa anak masih menganggap sosok ayah ada di luar sana, dan bukan pengasuh di panti asuhan. Ayah dianggap sebagai seseorang di dalam anggota keluarga yang cukup jauh jaraknya dengan anak-anak, ayah merupakan orang tua yang tidak dominan dalam keluarganya. Kata Kunci: Persepsi, Remaja; Ayah; Panti Asuhan
Analisis Linguistik Sosial : Perbandingan antara Bahasa Baku dan Bahasa Gaul dalam Lirik Lagu Populer Indonesia
Penulis: Kysya Aura Salsabila, Jihan Syifa Alnayyara
ABSTRAK Penelitian ini membahas perbandingan antara bahasa baku dan bahasa gaul dalam lirik lagu populer Indonesia dalam pendekatan linguistik sosial. Lirik lagu sebagai salah satu bentuk produk budaya populer menjadi media yang merefleksikan dinamika bahasa dalam masyarakat. Bahasa baku sering diasosiasikan dengan formalitas, aturan, dan keseragaman, sementara bahasa gaul mencerminkan kreativitas, kedekatan sosial, serta identias kelompok tertentu, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif-deskriptif dengan mengkaji sejumlah lagu dari berbagai genre seperti pop, hip hop, dan dangdut yang dirilis dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Analisis difokuskan pada pilihan kata, struktur kalimat, dan konteks sosial penggunaan bahasa dalam lirik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran preferensi bahasa dari baku ke gaul, terutama pada lagu lagu yang menargetkan kalangan remaja dan dewasa muda. Meskipun demikian, dalam lagu bertema nasionalisme, keagaman, dan pendidikan, bahasa baku masih dominan sebagai sarana penyampaian pesan formal dan universal. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan ragam bahasa dalam lirik lagu sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, tujuan komunikatif, serta identitas budaya yang ingin dikonstruksi oleh pencipta lagu dan penyanyi. Oleh karena itu, lirik lagu menjadi cerminan penting dari perkembangan dan interaksi antara bahsa dan masyarakat dalam konteks budaya populer. Kata kunci: linguistik sosial, bahasa baku, bahasa gaul, lirik lagu populer, identitas budaya, variasi bahasa.
Strategi Manajemen Bisnis Keluarga
Penulis: Revano Galang Pratama, Auliya Abyadlus Tsani
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi manajemen bisnis yang efektif untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dapat meningkatkan daya saingnya dengan mengembangkan strategi manajemen bisnis yang berfokus pada kekuatan dan peluang, serta mengatasi kelemahan dan ancaman. Strategi yang dikembangkan meliputi pengembangan produk, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan kerja sama dengan mitra bisnis. Dengan demikian, penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa strategi manajemen bisnis berbasis analisis SWOT dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Analisis: Faktor Rendahnya Motivasi dan Minat Pembelajaran Matematika Pada Siswa Jurusan Bahasa MAN 2 Kudus
Penulis: Jihan Syifa Alnayyara, Aqila Hanum Salsabiela
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi dan minat pembelajaran matematika pada siswa jurusan Bahasa di MAN 2 Kudus. Matematika sering kali dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan, terutama bagi siswa yang tidak memiliki ketertarikan di bidang tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai aspek yang mempengaruhi motivasi dan minat siswa dalam belajar matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik kualitatif yang meliputi wawancara, catatan, dan observasi kelas terhadap siswa jurusan bahasa. Subjek penelitian terdiri dari beberapa siswa jurusan bahasa kelas XII di salah satu MAN 2 Kudus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara. penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap rendahnya motivasi dan minat siswa dalam pembelajaran matematika. Pertama, kurangnya pemahaman konsep dasar matematika menjadi penghalang utama bagi siswa untuk menikmati pelajaran ini. Banyak siswa yang merasa kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan, sehingga menimbulkan rasa frustrasi dan ketidakpercayaan diri. Kedua, metode pengajaran yang digunakan oleh guru cenderung monoton dan kurang interaktif, sehingga siswa merasa tidak terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Ketiga, adanya stigma negatif di kalangan siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan tidak relevan dengan jurusan yang mereka ambil, yaitu Bahasa. Selain itu, faktor lingkungan juga berperan penting dalam membentuk motivasi siswa. Dukungan dari orang tua dan teman sebaya sangat mempengaruhi sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Siswa yang mendapatkan dorongan positif dari orang tua cenderung memiliki minat yang lebih tinggi dalam belajar, sementara siswa yang tidak mendapatkan dukungan merasa kurang termotivasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam bagi pendidik, pihak sekolah, dan orang tua untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan minat siswa, diharapkan dapat dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di MAN 2 Kudus, sehingga siswa tidak hanya mampu memahami materi, tetapi juga dapat menikmati proses belajar matematika.
ANALISIS POLA PERILAKU KONSUMEN DALAM BELANJA ONLINE – FLASH SALE SEBAGAI BENTUK EFISIENSI FINANSIAL RUMAH TANGGA (STUDI KASUS IBU-IBU PKK KELURAHAN MAGERSARI)
Penulis: Haidar Akmal Az zikro, Wiranda Abdu Robbi Ka’bah
Haidar Akmal Az Zikro dan Wiranda Abdu Robbi Ka’bah, Analisis Pola Perilaku Konsumen Dalam Belanja Online – Flash Sale Sebagai Bentuk Efisiensi Finansial Rumah Tangga (Studi Kasus Ibu-Ibu PKK Kelurahan Magersari), Karya Tulis Ilmiah: Kudus. XII-11, MAN 2 Kudus, 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh flash sale dalam pola perilaku konsumen 2) membuktikan efisiensi flash sale dalam finansial rumah tangga khususnya pada anggota PKK Kelurahan Magersari. Hal ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi digitalisiasi yang semakin pesat terutama dalam bidang ekonomi. Adaya peralihan dari transaksi jual beli tradisional ke transaksi digital. Salah satu strategi pemasaran yang populer dalam belanja online adalah flash sale. Tren ini menarik bagi konsumen. Tidak menutup kemungkin akan adanya pengaruh belanja pada pola perilaku konsumen. Namun, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana flash sale mempengaruhi pola perilaku konsumen, khususnya dalam konteks pengelolaan efisiensi finansial rumah tangga. Sehingga penilitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola perilaku konsumen dalam flash sale dan efisiensi finansial rumah tangga khususnya pada ibu-ibu PKK Kelurahan Magersari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Adapun data yang dikumpulkan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang dikumpulkan akan dianalisis, dilakukan kondensasi data, kemudian penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) pengaruh flash sale dalam pola perilaku konsumen khususnya ibu-ibu PKK Kelurahan Magersari terbukti mempengaruhi pola perilaku FOMO dan menciptakan pengalaman emosional shopping enjoyment. Namun tidak sepenuhnya mendorong perilaku impulsif. Justru 80% memanfaatkan momen flash sale sebagai strategi penghematan. 2) flash sale terbukti memiliki dampak positif dalam pola perilaku konsumsi ibu-ibu PKK Kelurahan Magersari yang rasional dalam efisiensi finansial rumah tangga karena memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Kata Kunci: Pola perilaku konsumen, Flash sale, Finansial rumah tangga
IMPLEMENTASI INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PENDAYAGUNAAN E-COMMERCE SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN UMKM THRIFT SHOP DI KABUPATEN KUDUS
Penulis: Oriana Nilam Augustine, Vanesa Kintan Kusumawardhani
Kecenderungan terjadinya krisis ekonomi nasional di Indonesia khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) thrift shop dihadapkan pada masalah penurunan penjualan, terhambatnya jaringan usaha, bahkan berada di ambang kebangkrutan. Maka dari itu, adanya implementasi intellectual capital serta keterkaitannya dengan pendayagunaan E-Commerce diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Intellectual Capital serta strategi pemasaran yang dilakukan oleh pelaku UMKM thrift shop di Kabupaten Kudus terhadap keberlanjutan usaha pada ataupun masa depan UMKM di tengah globalisasi dan persaingan bisnis yang ketat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Kudus melalui wawancara terstruktur dan bertahap. Kesimpulan penelitian ini yaitu penulis berusaha mengajak pelaku UMKM dan membangun faktor penting yang semestinya ada dalam usaha terutama saat pandemi serta gentingnya perekonomian nasional, tidak lain yaitu modal intelektual. Kemudian untuk penelitian selanjutnya, diharapkan mampu mengkaji lebih banyak sumber dan referensi dengan menambah variabel dan analisis yang lebih mendalam supaya mendapatkan hasil yang lebih lengkap menggunakan metode campuran yaitu metode kuantitatif dan kualitatif.
ANALISIS FAKTOR PENGARUH PERILAKU PEMILIH PEMULA : STUDI KASUS REMAJA DI KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN
Penulis: Tsania Aulia Nur Fitri
Partisipasi politik merupakan indikator implementasi penyelenggaraan kekuasaan negara tertinggi yang absah bagi rakyat. pemilu berlandaskan pada UU pasal 1 ayat (22) UU No 10 Tahun 2008, dan dikuatkan pada pasal 19 ayat (1 dan 2) UU No 10 Tahun 2008. Pemilu diselenggarakan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui partisipasi pemilih pemula (2) faktor faktor yang mempengaruhi pemilih pemula dalam menentukan keputusan untuk memilih kandidat pada pemilihan presiden beserta wakil presiden di Kecamatan, Brati Kabupaten Grobogan. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang bisa dipahami sebagai serangkaian prosedur yang digunakan dalam pemecahan masalah yang ditelitidengan menggambarkan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta fakta yang ada. sumber data yang digunakan yakni data primer dan data skunder. teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat partisipasi politik pemilih pemula bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU dapat meningkatkan minat serta pengetahuan pemilih pemula tentang pemilu. (2) pemilih pemula menyatakan bahwa media massa ikut berperan dalam mempengaruhi pilihan pemilih pemula, faktor media massa ikut berperan dalam mempengaruhi pilihan pemilih pemula.
Analisis Metode dan Rehabilitas Psikolog pada Kualitas Mental Remaja Penyandang Kleptomania di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus
Penulis: Syafa’Atul Lailiya
Kleptomania adalah gangguan mental yang ditandai dengan keinginan tidak terkendali untuk mencuri barang-barang yang tidak dibutuhkan. Penyandang kleptomania seringkali mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls dan emosi, yang dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Rehabilitasi penyandang kleptomania memerlukan pendekatan yang komprehensif, yang meliputi terapi kognitif-behavioral, terapi emosi, dan dukungan sosial. Tujuan rehabilitasi adalah untuk membantu penyandang kleptomania mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan impuls dan emosi, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Kondisi mental penyandang kleptomania seringkali dikaitkan dengan gangguan mental lainnya, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian. Oleh karena itu, rehabilitasi penyandang kleptomania memerlukan pendekatan yang individual dan fleksibel, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing penyandang. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi kemajuan dalam pengembangan terapi dan rehabilitasi untuk penyandang kleptomania. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya membantu penyandang kleptomania mengatasi gangguan mental mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata kunci: kleptomania, rehabilitas, terapi kognitif-behavior