1196 Hasil Pencarian

Manfaat Senyawa Flavonoid pada Jeruk (Citrus Sinensis) untuk Menurunkan Kolesterol pada Mencit (Mus Musculus)

Penulis: Zayyana Kamila Al Hamid, Kayla siti Zulaiha

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang berperan penting dalam tubuh, namun kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Peningkatan kadar kolesterol umumnya disebabkan oleh pola makan tinggi lemak jenuh dan gula berlebih. Salah satu alternatif alami yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol adalah buah jeruk (Citrus × sinensis) yang mengandung flavonoid dan senyawa antioksidan. Flavonoid berperan dalam menangkal radikal bebas, menghambat oksidasi lemak, serta membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kandungan flavonoid pada buah jeruk sebagai pangan fungsional dalam membantu menurunkan kadar kolesterol serta mengetahui perubahan kadar kolesterol pada mencit setelah diberikan perlakuan dosis jeruk yang berbeda. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian pada hewan coba mencit yang mengalami hiperkolesterolemia dengan pemberian dosis buah jeruk yang bervariasi. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa kandungan flavonoid dalam buah jeruk mampu membantu menurunkan kadar kolesterol pada mencit. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan buah jeruk sebagai alternatif alami untuk membantu mengatasi kolesterol tinggi dengan efek samping yang minimal. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai pangan fungsional dalam pencegahan penyakit metabolik.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

FORTIFEAT (Fortified Meat): Daging Analog Berbasis Tempe Fortifikasi Spirulina platensis dan Moringa oleifera sebagai Pangan Fungsional Preventif Stunting Berprotein Tinggi

Penulis: Satria Jofa Aryasatya, Huda Sulaiman

Kondisi ketahanan pangan protein di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan meskipun terdapat kemajuan dalam beberapa aspek. Masalah utama mencakup tingginya prevalensi malnutrisi, stunting, serta rendahnya tingkat konsumsi protein dibandingkan kebutuhan ideal. Konsumsi protein hewani seperti daging dan telur masih terbatas, terutama akibat harga yang relatif mahal dan akses yang kurang merata, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi daging analog berbasis tempe yang difortifikasi dengan Spirulina platensis dan Moringa oleifera guna meningkatkan kandungan protein, nilai gizi, serta aktivitas antioksidan sebagai solusi dalam mendukung ketahanan pangan protein di Indonesia. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan beberapa formulasi daging analog, yang kemudian dianalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Kjeldahl, uji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH, serta dilakukan uji organoleptik untuk menilai rasa, tekstur, aroma, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging analog yang difortifikasi memiliki kandungan protein 25–30% lebih tinggi dibandingkan tempe biasa dan aktivitas antioksidan meningkat sebesar 40–50%. Uji organoleptik juga menunjukkan penerimaan konsumen yang baik meskipun teksturnya sedikit lebih padat. Dengan demikian, fortifikasi tempe menggunakan spirulina dan daun kelor terbukti efektif meningkatkan kualitas gizi dan berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Kata kunci: daging analog, daun kelor, ketahanan pangan, spirulina platensis, tempe.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Analisis Perbandingan Kandungan Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Permen Jelly Berbahan Dasar Sari Buah Lokal

Penulis: Ayyasofya Humaira Hadi Azzahra, Dania Najwa Frisanita

Analisis Perbandingan Kandungan Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Permen Jelly Berbahan Dasar Sari Buah Lokal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Vitamin C dan aktivitas antioksidan pada produk permen jelly yang diformulasikan dari sari buah apel (Malus domestica), jambu biji (Psidium guajava L.), dan pisang (Musa paradisiaca). Ketiga buah ini dipilih karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan berpotensi dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Metode penelitian meliputi pembuatan sari buah, pembuatan permen jelly dengan variasi konsentrasi, serta pengujian kadar Vitamin C menggunakan metode titrasi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permen jelly dengan kadar Vitamin C dan antioksidan paling baik adalah formulasi permen jelly berbasis buah jambu biji (Psidium guajava L.) terbukti menghasilkan retensi vitamin C dan aktivitas antioksidan paling optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa produk permen jelly tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai alternatif camilan sehat guna mendukung penguatan sistem imun masyarakat. Kata kunci: Vitamin C, Antioksidan, Permen Jelly

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PROTOTIPE SISTEM PENDETEKSI DAN PENCEGAHAN AWAL KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN MENGGUNAKAN SENSOR FLAME LM393 DAN POMPA AIR 5V BERBASIS IoT

Penulis: Panji Beta Ramadhani, Damar Shadiq Al Ghifari

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana yang memberikan dampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, serta kehidupan masyarakat. Keterlambatan dalam mendeteksi titik api sering menyebabkan kebakaran semakin meluas sehingga diperlukan suatu sistem yang mampu melakukan deteksi dini sekaligus memberikan tindakan pencegahan awal. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji prototipe sistem pendeteksi dan pencegahan awal kebakaran hutan dan lahan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor flame LM393, modul relay, dan pompa air 5V. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui tahap perancangan perangkat keras, pemrograman sistem menggunakan Arduino IDE, serta pengujian terhadap kemampuan deteksi sensor, aktivasi pompa air, dan pengiriman notifikasi secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor flame LM393 mampu mendeteksi api secara optimal pada jarak 10–30 cm, mengaktifkan pompa air secara otomatis, serta mengirimkan notifikasi peringatan ke perangkat pengguna dalam waktu sekitar 2–5 detik melalui jaringan internet. Pada jarak 50 cm, sensor tidak lagi mampu mendeteksi api secara optimal sehingga pompa tidak aktif dan notifikasi tidak terkirim. Dengan demikian, prototipe yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan fungsi deteksi dini, pencegahan awal melalui penyemprotan air, dan sistem notifikasi berbasis IoT. Sistem ini berpotensi menjadi solusi awal dalam meminimalkan penyebaran kebakaran hutan dan lahan, meskipun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan jangkauan deteksi dan akurasi sistem. Kata kunci: kebakaran hutan dan lahan, Internet of Things (IoT), ESP32, sensor flame LM393, pompa air 5V, deteksi dini.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

INOVASI BIOPLASTIK PATI SINGKONG–EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calbura L.) SEBAGAI KEMASAN ANTIBAKTERI UNTUK MENCEGAH FOOD LOSS PADA PANGAN HEWANI SEGAR

Penulis: Achmad Syawal, Ahmad Bahrul Aufa

Plastik sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia, salah satunya sebagai kemasan makanan. Beragam jenis produk makanan yang dikemas untuk penggunaan sekali pakai karena dianggap praktis dan higienis, sehingga volume limbah kemasan makanan sekali pakai meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah solusi yang dapat mengurangi penggunaan plastik dan meminimalisasi dampak buruknya pada lingkungan. Bioplastik adalah salah satu bentuk inovasi sebagai solusi pencegahan menumpuknya limbah plastik sekali pakai. Bioplastik terbuat dari polimer yang dapat terdegradasi dengan cepat dan terbuat dari bahan alami. Salah satu bahan yang umum digunakan sebagai bioplastik adalah pati singkong. Pangan hewan segar seperti ikan segar adalah salah satu sumber protein hewani penting dalam makanan manusia. Akan tetapi, waktu simpan dan daya tahan yang terbatas meningkatkan potensi terjadinya food loss (kehilangan makanan). Salah satu penyebab food loss adalah tercemarnya makanan oleh bakteri, sehingga pembusukan terjadi lebih cepat. Antibakteri adalah zat yang dapat menghambat ataupun membunuh bakteri dengan cara mengganggu proses metabolisme bakteri. Zat tersebut dapat ditemukan pada banyak tanaman, salah satunya adalah daun Kersen (Muntingia calabura L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pembuatan kemasan antibakteri berbasis pati singkong dengan daun Kersen untuk pangan hewani segar seperti ikan segar sehingga, daya simpan lebih panjang dan meminimalisir terjadinya food loss. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan bioplastik yang akan dianalisis karakteristik dan aktivitas antibakterinya dengan uji organoleptik, uji kekuatan, uji biodegradasi, dan uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bioplastik antibakteri memiliki aroma, warna, dan tekstur yang baik. Bioplastik memiliki kekuatan yang baik, terdegradasi dengan cepat di dalam tanah, dan berhasil menghambat pertumbuhan bakteri pada pangan hewan segar secara efektif. Dengan demikian, inovasi bioplastik berbasis pati singkong dan ekstrak kersen terbukti efektif dan dapat memperpanjang daya simpan pangan hewan segar. Kata kunci : bioplastik, pati singkong, daun kersen, antibakteri, pangan hewan segar

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengujian Efektivitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Indikator pH untuk Menentukan Kesegaran Daging Ayam

Penulis: Citra Fania Anindita, Rachel Salma Khalila

Konsumsi daging ayam mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir, yaitu mencapai 7,46 kilogram/kapita/tahun pada tahun 2023. Kandungan air dan protein yang tinggi pada daging ayam sangat cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme jika disimpan terlalu lama di tempat terbuka sehingga daging ayam yang tidak segar dapat menyebabkan keracunan. Hal ini dapat terjadi karena adanya kandungan bakteri, seperti bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. pada daging ayam yang tidak segar. Daging ayam yang mengalami perubahan kualitas dapat ditandai dengan adanya perubahan pH sehingga indikator pH dapat digunakan sebagai solusi untuk mencegah terjadinya keracunan. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk membuat indikator pH adalah bunga telang. Bunga telang dipilih karena memiliki kandungan antosianin yang tinggi dan memiliki rentang warna yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji proporsi ekstrak bunga telang yang tepat untuk membuat indikator pH dan perubahan warna indikator pH bunga telang pada setiap tingkatan kesegaran daging ayam. Penelitian ini dilakukan melalui pembuatan kertas pH dengan tiga formulasi (F1: 3 putik, F2: 5 putik, F3: 7 putik) dan pengujian ke daging ayam. Hasil yang didapatkan, yaitu proporsi indikator pH bunga telang yang paling baik terdapat pada formulasi dengan ekstrak bunga telang paling sedikit (F1) yang memiliki warna lebih kontras daripada formulasi lainnya. Indikator pH bunga telang memiliki perubahan warna biru keunguan sampai biru saat keadaan daging ayam segar dan warna biru kehijauan saat keadaan daging ayam tidak segar. Oleh karena itu, indikator pH bunga telang dapat digunakan sebagai penguji kesegaran daging ayam yang ekonomis dan ramah lingkungan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Essensial Oil pada Reed Diffuser Berbahan Dasar Kombinasi Daun Serai (Cymbopogon citratus) dan Bunga Lavender (Lavandula angustifolia) sebagai Obat Nyamuk.

Penulis: Khalila Maulida Nadifah, Nurjihan Khasna Luthfiah

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan essential oil berbahan dasar kombinasi daun serai (Cymbopogon citratus) dan bunga lavender (Lavandula angustifolia) sebagai alternatif obat nyamuk alami melalui media reed diffuser. Nyamuk merupakan salah satu serangga yang dapat menjadi vektor berbagai penyakit berbahaya, sehingga diperlukan metode pengendalian yang aman dan ramah lingkungan. Penggunaan bahan alami seperti serai dan lavender memiliki potensi sebagai insektisida alami karena mengandung senyawa aktif yang dapat mengganggu aktivitas nyamuk. Daun serai mengandung senyawa sitronelal dan geraniol, sedangkan bunga lavender mengandung linalool dan linalyl asetat yang memiliki aktivitas sebagai pengusir serangga. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk menguji efektivitas reed diffuser kombinasi minyak atsiri serai dan lavender terhadap kematian nyamuk. Perlakuan yang digunakan terdiri dari empat formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan perbandingan serai : lavender 2:1, F2 dengan perbandingan lavender : serai 2:1, dan F3 dengan perbandingan lavender : serai 1:1. Pengamatan dilakukan pada waktu 30 menit, 45 menit, 60 menit, dan 120 menit dengan parameter jumlah nyamuk hidup dan mati pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reed diffuser kombinasi minyak atsiri serai dan lavender mampu memberikan pengaruh terhadap kematian nyamuk. Formula F2 dan F3 menunjukkan efektivitas terbaik karena mampu menyebabkan seluruh nyamuk uji mengalami kematian pada akhir pengamatan 120 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi minyak atsiri serai dan lavender dalam reed diffuser berpotensi menjadi alternatif obat nyamuk alami yang praktis, aman, dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan produk pengendali nyamuk berbasis bahan alami sebagai pengganti penggunaan bahan kimia sintetis.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pil Pencegah Inflamasi berbahan Ekstrak Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

Penulis: Ananda Nabila Aurella Ashshidiqi, Nadia Najwa Aulia

Inflamasi merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap cedera, infeksi, atau paparan zat asing. Yang berfungsi untuk melindungi dan menyembuhkan jaringan tubuh yang rusak dengan cara membasmi ancaman dan memulai proses perbaikan, namun inflamasi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ sehat, memicu stres oksidatif, serta meningkatkan risiko penyakit mematikan. Di dalam tanaman kumis kucing terdapat senyawa terpenoid (diterpen dan triterpen), polifenol, flavonoid, sterol dan minyak esensial. Dari senyawa tersebut, kumis kucing memilik aktivitas antioksidan, antibakteri, anti inflamasi, antifungi, dan mempunyai fungsi hepatoprotektif. Metode penelitian dilakukan melalui proses ekstraksi daun kumis kucing, formulasi sediaan pil, dan pengujian karakteristik fisik pil meliputi bentuk, kekerasan, serta waktu hancur. Selain itu, dilakukan uji aktivitas antiinflamasi secara sederhana untuk mengetahui efektivitas ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kumis kucing dapat diformulasikan menjadi sediaan pil dengan karakteristik yang baik dan berpotensi memberikan efek pencegahan inflamasi. Kandungan senyawa aktif pada kumis kucing diduga berperan dalam menghambat proses peradangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pil ekstrak kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai alternatif herbal untuk membantu mencegah inflamasi. Kata kunci: Inflamasi, kumis kucing, herbal, antiinflamasi, pil.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Studi Komparatif dalam Prediksi Air Quality Indeks (AQI) kota Jakarta berbasis Decision Tree dan Ensemble Learning di RapidMiner

Penulis: Ikhwanur Aydin Rafif, Muhammad Riham Habil

Pencemaran udara di Kota Jakarta merupakan masalah lingkungan krusial yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama dengan tingginya nilai Air Quality Index (AQI) yang sering masuk kategori tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan membandingkan performa model prediksi AQI Kota Jakarta menggunakan algoritma Decision Tree dan pendekatan Ensemble Learning berbasis aplikasi RapidMiner. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari platform Kaggle yang mencakup periode tahun 2010 hingga 2025 dengan parameter polutan PM10, PM2.5, CO, NO?, SO?, dan O?. Metode yang digunakan adalah eksperimen komparatif dengan teknik pemisahan data latih (70%) dan data uji (30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Ensemble Learning (menggunakan teknik Stacking dengan base-learners Decision Tree dan Naive Bayes, serta meta-learner Random Forest) memiliki performa yang lebih unggul dibandingkan model Decision Tree tunggal. Akurasi yang dicapai oleh model Ensemble Learning adalah sebesar 96,61%, sedikit lebih tinggi dibandingkan model Decision Tree yang mencapai 96,46%. Teknik ensemble terbukti memberikan stabilitas dan presisi yang lebih baik dalam mengenali kategori kualitas udara serta mampu meminimalisir risiko overfitting pada dataset polusi udara Jakarta yang kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Ensemble Learning sangat ideal untuk sistem prediksi kualitas udara yang akurat guna mendukung kebijakan pengendalian pencemaran udara. Kata Kunci: Air Quality Index (AQI), Decision Tree, Ensemble Learning, RapidMiner, Jakarta, Polusi Udara.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Permen Fungsional Antiinflamasi dari Buah Parijoto dan Daun Cincau Hijau untuk Sariawan

Penulis: Mukhammad Ilham Maulana, Muhammad Farrel Ardan

Sariawan merupakan suatu inflamasi pada jaringan lunak di dalam oral yang lazim terjadi. Faktor penyebab sariawan, antara lain jamur, alergi makanan, kurang vitamin, stress ataupun tergigit. Jamur Candida albicans merupakan salah satu jamur penyebab terjadinya sariawan. Efek dari sariawan dapat menyebabkan para penderitanya tidak nafsu makan dan mulut terasa perih. Kebanyakan obat sariawan mengandung bahan berbahaya seperti policresulen dan steroid yang memiliki efek samping jika dibandingkan dengan bahan alam. Tanaman parijoto (Medinilla speciosa) merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Kecamatan Dawe, Kota Kudus. Buah parijoto mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan glikosida yang mempunyai aktivitas farmakologi, seperti antibakteri, antiinflamasi dan antifungi. Parijoto juga mengandung vitamin C yang dapat mempercepat proses penyembuhan sariawan. Tanaman cincau hijau (Cyclea barbata Miers) adalah tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai makanan tradisional kaya serat. Kandungan kimia aktif dalam daun cincau hijau berupa karbohidrat, alkaloid, polifenol, saponin, dan flavonoid yang memiliki aktivitas farmakologi sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antifungi. Salah satu bentuk pengaplikasian dari obat sariawan adalah medicated hard candy. Medicated hard candy yang mengandung buah parijoto dan daun cincau hijau merupakan inovasi dalam penelitian ini. Hard candy ini juga menjadi pengobatan yang lebih mudah diterima masyarakat dalam pengonsumsian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas buah parijoto dan daun cincau hijau dalam bentuk medicated hard candy sebagai antiinflamasi dan antifungi untuk sariawan. Penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak parijoto dan daun cincau hijau, kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui senyawa metabolik dalam bahan alami tersebut. Uji antiinflamasi dilakukan menggunakan uv-vis spektrofotometri pada ekstrak yang telah di fraksinasi dengan ethanol 96% menggunakan metode penghambatan denaturasi protein secara kuantitatif dengan natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Pembuatan hard candy dilakukan menggunakan variasi buah parijoto dan daun cincau hijau (0%:10%), (10%:20%), (30%:30%), (20%:10%), dan (10%:0%). Selanjutnya dilakukan uji stabilitas, uji organoleptik, uji dan uji kadar air, uji hedonik. Aktivitas antifungi dilakukan dengan uji daya hambat untuk menghitung zona bening yang terbentuk. Aktivitas antiinflamasi terbaik dimiliki oleh ekstrak buah parijoto yaitu dengan nilai IC50 sebesar 1,235 ppm. Formulasi hard candy terbaik diperoleh dengan perbandingan konsentrasi ekstrak parijoto dan daun cincau hijau (30%:30%). Dengan daya hambat sebesar 1,5 cm, memiliki nilai 5, nilai kadar air sebesar 0,15%, dan pada uji hedonik responden menyukai hard candy yang telah dibuat dengan nilai rata-rata paling kecil 3,4 dari skala 6. Pada uji stabilitas, menunjukkan bahwa formula F3 tetap stabil pada suhu sejuk dan suhu kamar.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail